KSEI Mampu Layani Tiga Juta Investor - Operasikan C-BEST Next-G

NERACA

Jakarta – Guna mengantisipasi peningkatan transaksi saham di pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus berbenah diri dengan mengoptimalkan infrastruktur pelayanannya dan salah satunya menghadirkan Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) Next Generation (Next-G). Melalui teknologi ini, KSEI menargetkan mampu menangani hingga 3 juta inestor pasar modal dengan kapasitas pemrosesan penyediaan transaksi yang ditingkatkan lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya atau sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit.

Kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi, tahun lalu total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 1,34 triliun unit dengan frekuensi mencapai 37,5 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan dari 2012, dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,05 triliun unit dengan frekuensi sebesar 29,9 juta, “Maka mengantisipasi peningkatan transaksi, generasi terbaru C-BEST Next-G menjadi jawabannya, karena peningkatan jumlah transaksi di pasar modal diprediksi akan terus berlanjut setiap tahunnya,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, proses pemilihan vendor telah dilakukan sejak 2013 dengan proses yang cukup ketat dan mengacu pada spesifikasi dan kebutuhan yang diperlukan. Program C-BEST Next-Gyang dikembangkan nantinya dapat mengakomodir message dengan format SWIFT ISO 20022 yang berlaku internasional. Hal ini akan memudahkan KSEI dalam melakukan Cross Border Settlement dengan negara lain kedepannya.

Selain itu, kehadiran teknologi C-BEST Next-G juga dimaksudkan untuk mengantisipasi persaingan ketat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan. Dari beberapa tahapan pengembangan yang harus dilakukan, sistem C-BEST Next-G ini ditargetkan dapat selesai diimplementasikan pada Desember 2016.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkannya lebih baik, KSEI juga menjalin kerjasama dengan bursa saham Nasdaq “Pengembangan C-BEST Next-G dengan menggandeng bursa saham Nasdaq dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan nilai kapitalisasi pasar, jumlah investor dan volume transaksi di pasar modal Indonesia pada masa mendatang,”tandasnya.

Sistem C-BEST yang ada saat ini dapat mengakomodasi hingga 3.000 penyelesaian transaksi efek per menit. Sementara Executive Vice President, Market Technology Nasdaq Lars Ottersgard menambahkan, kerja sama yang terjalin dengan KSEI merupakan langkah penting dalam pengembangan bisnis "post-trade" yang dimiliki Nasdaq,”Untuk mengembangkan C-BEST Next-G, KSEI akan mengadaptasi produk X-stream technology milik Nasdaq sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan peran KSEI sebagai Central Securities Depository (CSD) yang mampu bersaing di wilayah regional. Kami menyambut gembira kerja sama dengan KSEI dan siap menjadi bagian Indonesia di masa mendatang," katanya.

C-BEST merupakan plaftorm elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya pada saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless) di pasar modal Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota - Pacu Pertumbuhan Investor Lokal

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

Jagartha Maksimalkan Peran Penasihat Investasi - Tingkatkan Jumlah Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) sebagai perusahaan penasihat investasi…

Pengguna Internet 93,4 Juta, Bisnis Online RI Tembus US$12 Miliar - Perdagangan Daring

NERACA Jakarta – Nilai bisnis online di Indonesia mencapai US$12 miliar seiring dengan tingginya pengguna internet yang tercatat 93,4 juta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…