Bank DKI Pertahankan Gelar BUMD Listed - Tiga Kali Berturut-turut

NERACA

Jakarta – Terus tingkatkan kualitas keterbukaan informasi dan Good Corporate Governance, Bank DKI kembali mempertahankan gelar Juara Pertama BUMD Listed dalam Annual Report Award (ARA) 2014, di Jakarta, Kamis, (16/10), pekan lalu. Acara yang dihadiri oleh Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Darmansyah Hadad, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri BUMN Dahlan Iskan tersebut merupakan kompetisi tahunan penyajian kualitas informasi dan Good Corporate Governance yang disampaikan dalam laporan tahunan masing-masing perusahaan dengan mengangkat tema " Membangun Daya Saing Ekonomi Indonesia untuk Menyongsong Integrasi Ekonomi ASEAN 2015 melalui Transparansi Informasi”.

Kategori ARA tahun ini berjumlah sebanyak 10 kategori dengan penambahan dua kategori baru dibandingkan tahun sebelumnya, yakni BUMD Listed dan Non-Listed. Jumlah peserta ARA tahun ini bertambah 12 perusahaan, dari 234 perusahaan menjadi 261 perusahaan yang terdiri dari 249 perusahaan dan 12 dana pensiun. ARA bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan penerapan Good Corporate Governance, baik BUMN/BUMD maupun perusahaan swasta yang berstatus listed (tercatat) maupun non-listed (tidak tercatat) di Bursa Efek Indonesia. Annual Report diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Bank DKI kembali mempertahankan juara pertama pada kategori BUMD Listed dengan perolehan nilai sebesar 81,97. Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menuturkan pencapaian Bank DKI tiga kali berturut-turut pada kategori BUMD Listed merupakan bukti konsistensi penerapan keterbukaan informasi. Bank DKI memiliki komitmen dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, yang salah satu elemennya adalah menerapkan keterbukaan informasi yang transparan kepada seluruh pemangku kepentingan Bank DKI. [kam]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Uang Elektronik Tol akan Terhubung ke Debit dan Kredit

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan teknologi untuk pembayaran tol tanpa henti (Multi…

Survei BI Indikasikan Pertumbuhan Kredit Baru Melambat

      NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan…

Target Penyaluran KUR ke Sektor Produksi Sulit Dikejar

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dalam mencapai target penyaluran Kredit Usaha…