Investor Mulai Cermati Kinerja Kuartal Tiga

Senin, 20/10/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun kondisi politik dalam negeri sudah mencair seiring dengan pertemuan presiden terpilih Jokowi dengan bekas rivalnya saat pilpres lalu Probowo Subianto, tidak membuat pelaku pasar puas dengan sentiment tersebut terhadap laju indeks harga saham gabungan. Pasalnya, selain sentiment politik juga sentiment laporan kinerja keuangan emiten.

Oleh karena itu, kata analis pasar modal dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, para investor tengah menunggu laporan keuangan emiten kuartal ketiga yang bakal menjadi salah satu perhatian utama,”Kinerja emiten untuk Kuartal III yang sedianya akan segera dirilis diekspektasikan masih membukukan kinerja positif, terutama pada sektor konsumer dan keuangan seperti perbankan, itu akan menjadi salah satu penopang bagi indeks BEI ke depan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengakui bahwa saat ini, aksi beli pelaku pasar cenderung didorong oleh sentimen dari politik dalam negeri. Namun, hal itu lebih pada jangka pendek. Selanjutnya, pasar akan mencermati kinerja emiten kuartal tiga 2014 dan proyeksi ekonomi ke depannya saat pemerintahan baru mulai berjalan."Kinerja emiten akan terpengaruh jika kondisi ekonomi ke depan kurang stabil, diharapkan pemerintahan baru nanti memberi pandangan yang positif bagi emiten sehingga perusahaan aktif melakukan ekspansi," ucapnya.

Selain itu, lanjut William Surya Wijaya, beberapa emiten pada saat ini akan membagikan dividen, beberapa emiten yang membagikan dividen, di antaranya Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT Toba Bara Sejahtera Tbk. (TOBA), Grup MNC, dan Grup Astra. Kondisi itu bisa dijadikan acuan bagi pelaku pasar untuk terus mengakumulasi saham.

Sementara Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada berharap pelaku pasar tetap mewaspadai sentimen negatif dari eksternal seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa dikhawatirkan berdampak pada global sehingga situasi itu dapat berpotensi menahan kinerja bursa saham dunia, termasuk indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI),”Jika kondisi perlambatan itu berlanjut, akan dipersepsikan oleh pasar hal itu dapat memicu kembali terjadinya krisis ekonomi,”paparnya.

Mengakhiri perdagangan saham akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melesat 77,332 poin (1,56%) ke level 5.028,946. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 16,932 poin (2,02%) ke level 854,194. Kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko,kondisi pasar regional dan sentimen politik di dalam negeri yang cukup baik mendorong indeks BEI bergerak naik cukup tinggi setelah sebelumnya bergerak dalam area konsolidasi,”Selain dorongan dari pasar regional yang bergerak positif, sentimen menyambut pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI yang diperkirakan berjalan lancar membuat investor kembali mengambil posisi beli," katanya. (bani)