Kualitas Anak Bukan Hanya Mengenai Kesehatan

Sabtu, 01/11/2014

NERACA

Anak berkualitas tak hanya diukur dari kesehatannya, tetapi juga pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, spiritual, kognitif dan perkembangan spiritualnya harus berkembang sesuai usianya.

"Lingkungan berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Pada fungsi kognitif anak usia 2-4 tahun, sebanyak 20 persen ditentukan faktor genetik sedangkan 70 persen ditentukan lingkungan asuhan bersama," ujar konsultan tumbuh kembang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, di Jakarta.

Bernie mengatakan, ciri khas anak tumbuh optimal dapat diukur dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Sementara anak dikatakan berkembang ditandai dengan kematangan fungsi organ tubuhnya.

Perkembangan ini di antaranya ditandai dengan berbagai hal, yakni motor kasar yang mencakup tengkurap, duduk, berdiri dan berlari. Lalu, motor halus yang dicirikan dengan kemampuan meraih mainan dan memegang sendok. Tanda lainnya ialah kemampuan berbahasa, kemandirian atau personal sosial.

Bernie mengungkapkan, agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, maka orang tua harus memperhatikan sejumlah hal, yakni, faktor biologis yang mencakup nutrisi, imunisasi, kebersihan badan, lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain.

Dia melanjutkan, kebutuhan lainnya ialah stimulasi, yang mencakup sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri dan kepemimpinan. Kemudian, orang tua juga harus memenuhi kebutuhan anak soal kasih sayang. Orang tua, kata dia, layaknya memberikan rasa aman dan nyaman pada anak.

"Orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan anak yang tepat,... Pola pengasuhan terbaik adalah demokratik. Di sini, anak diberikan kesempatan untuk berbicara dan berpendapat," kata Bernie.

Selain itu, Bernie menyebutkan, sejumlah hal lain agar proses tumbuh dan berkembang seorang anak dapat optimal, yakni orang tua perlu melibatkan diri dalam kegiatan anak, jangan terlalu memanjakan anak, membuat aturan dan memastikan anak untuk mematuhinya.

Kemudian, lanjut dia, orang tua juga harus konsisten dengan aturan yang telah dibuat, sebisa mungkin memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan anak, memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta mengajarkan anak mandiri sesuai tahapan perkembangannya.