Pelantikan Jokowi Mengerek IHSG Awal Pekan

Senin, 20/10/2014

NERACA

Jakarta – Mencairnya suhu politik dalam negeri setelah pertemuan presiden terpilih Jokowi dan Prabowo, memberikan angin segar terhadap pelaku pasar modal bila perjalanan pemerintah kedepan didukung semua pihak, termasuk pihak oposisi dari Prabowo. Alhasil, momentum pertemuan tersebut memberikan sentiment positif terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan kemarin yang eharian berada di zona hijau.

Mengakhiri perdagangan saham akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melesat 77,332 poin (1,56%) ke level 5.028,946. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 16,932 poin (2,02%) ke level 854,194. Kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko,kondisi pasar regional dan sentimen politik di dalam negeri yang cukup baik mendorong indeks BEI bergerak naik cukup tinggi setelah sebelumnya bergerak dalam area konsolidasi,”Selain dorongan dari pasar regional yang bergerak positif, sentimen menyambut pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI yang diperkirakan berjalan lancar membuat investor kembali mengambil posisi beli," katanya di Jakarta, kemarin.

Reaksi yang positif itu, lanjut dia, mendorong laju IHSG BEI bergerak menembus level 5.000 poin. Secara teknikal, bila perdagangan saham selanjutnya indeks BEI ke posisi 5.045 poin maka akan tercipta tren penguatan.

Selain itu, dia menambahkan, dengan keadaan politik yang kondusif akan membuat program-program pemerintahan baru yang telah dicanangkan sebelumnya dapat berjalan baik dan didukung oleh parlemen, salah satunya mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi,”Kalau dinaikan harga BBM dapat menurunkan defisit dan nantinya akan menguatkan nilai tukar rupiah,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan menguat seiring ekspektasi pasar menyabut pelantikan presiden terpilih Jokowi dan Jusuf Kalla. Pada perdagangan akhir pekan, investor domestik menguasai perdagangan dan paling aktif beli saham. Investor asing masih terus melepas saham, transaksinya melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 694,339 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 263.780 kali dengan volume 5,233 miliar lembar saham senilai Rp 7,903 triliun. Sebanyak 195 saham naik, 102 turun, dan 79 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed, cenderung melemah. Pasar saham yang berhasil ditutup positif hanya bursa Hong Kong dan Indonesia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.550 ke Rp 61.075, Unilever (UNVR) naik Rp 1.025 ke Rp 31.950, Matahari (LPPF) naik Rp 725 ke Rp 15.625, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 675 ke Rp 12.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 10.000 ke Rp 400.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 625 ke Rp 19.500, Bank of India (BSWD) turun Rp 300 ke Rp 2.300, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 175 ke Rp 70.825.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 46,524 poin (0,94%) ke level 4.998,138. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,809 poin (1,41%) ke level 849,071. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat, kecuali perkebunan dan tambang. Dua sektor tersebut masih terkena tekanan jual.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 123.101 kali dengan volume 2,452 miliar lembar saham senilai Rp 3,223 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 90 turun, dan 92 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak mixed cenderung melemah pada sesi pertama. Sentimen dari pasar global memang belum begitu baik. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.125 ke Rp 61.075, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 31.475, Indocement (INTP) naik Rp 525 ke Rp 22.850, dan Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 15.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 10.000 ke Rp 400.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 70.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 475 ke Rp 19.625, dan Siloam (SILO) turun Rp 425 ke Rp 13.525.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat naik 6,56 poin atau 0,13% menjadi 4.958,17, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,66 poin (0,44%) ke level 840,93,”IHSG BEI bergerak menguat di tengah sentimen dalam negeri terutama momentum pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Diharapkan, lanjut dia, mencairnya ketegangan politik di antara petinggi partai politik menjadi sinyal baik bagi iklim perpolitikan Indonesia dan mengembalikan kepercayaan investor."Dukungan dari berbagai pihak, baik lembaga negara maupun swasta serta masyarakat akan menjadi modal utama bagi pemerintahan baru nanti," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, sentimen global yang cenderung negatif masih menjadi isu utama dunia saat ini. Perlambatan ekonomi di Eropa dan Asia bisa berimbas pada perekonomian Amerika Serikat dan dapat mempengaruhi industri pasar modal."Pasar saham domestik bisa terpengaruh karena kekhawatiran prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global, antisipasi pelonggaran kebijakan moneter Eropa dan Jepang,”ungkapnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 159,64 poin (0,70%) ke 23.060,58, indeks Nikkei turun 23,43 poin (0,16%) ke 14.714,95 dan Straits Times menguat 2,41 poin (0,08%) ke posisi 3.156,71. (bani)