Jasa Marga Rambah Bisnis Properti

Targetkan Beri Kontribusi 15%

Senin, 20/10/2014

NERACA

Jakarta – Guna menopang pendapatan bisnis jalan tol tahun depan, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan menggenjot kontribusi dari bisnis non jalan tol, seperti bisnis properti dengan segera membangun proyek residensial dan juga mix used di beberapa wilayah. Nantinya, bisnis properti akan bentuk kerjasama dengan perusahaan properti dan ditargetkan mampu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 15%.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, David Wijayatno mengatakan pendanaan investasi untuk pengembangan bisnis barunya ini sudah masuk dalam anggaran belanja modal tahun depan yang mencapai Rp 5 triliun,”Hingga saat ini kami tengah berupaya menuntaskan proses akuisisi lahan sebagai alas pembangunan proyek," katanya di Jakarta, kemarin.

David menjelaskan, perseroan mengalokasikan anggaran capex tahun depan kurang dari 10% untuk pengembangan bisnis nontol. Masuknya perseroan ke dalam bisnis properti merupakan salah satu bentuk diversifikasi usaha dan juga strategi bisnis perseroan untuk mengerek margin labanya menjadi lebih tebal.

Selain itu, kata David, tahun 2015 mendatang perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5 triliun. Dimana kebutuhan capex perseroan di tahun depan memang mengalami penurunan jika dibanding capex tahun 2014 yang sebesar Rp 5,4 triliun.

Penggunaan belanja modal tahun depan masih untuk operasional pembangunan sembilan jalan tol milik JSMR yang mulai digarap sejak tahun lalu dan pengembangannya. "Sudah ada dua jalan tol terselesaikan dengan baik. Tinggal tujuh jalan tol lagi yang belum terselesaikan," terangnya.

Disebutkan, belanja modal masih didanai dari kas internal, disamping kemungkinan untuk pinjaman perbankan atau penerbitan obligasi. Sekedar informasi, sembilan ruas jalan tol yang sedang digalakkan oleh perseroan adalah tol Bali (Nusa Dua-Ngurah Rai Benoa), Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan.

Asal tahu saja, mengacu pada data resmi Jasa Marga, lalu lintas harian rata-rata untuk ruas tol Surabaya-Gempol terus merangkak naik. Pada tahun 2009 lalu lintas harian rata-rata untuk ruas tol ini hanya mencapai 165,4 ribu kendaraan, sedangkan di tahun 2013 jumlahnya melesat menjadi 223,2 ribu kendaraan. Hal ini pulalah yang membuat perseroan berniat segera menuntaskan pembangunan dua ruas tol baru di wilayah Jawa Timur tersebut.

Disamping itu, perseroan juga akan membangun ruas tol Semarang-Solo, Bogor Ring Road, JORR W2 Utara, Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong, serta jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi. Jika sembilan ruas tol yang digarap beroperasi, perseroan memproyeksikan pada 2017 mendatang akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 12 triliun

Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah pernah bilang, dengan adanya 9 proyek baru tersebut, panjang jalan tol yang dioperasikan perseroan akan menjadi 738 kilometer (km),”Dari sisi panjang jalan, saat ini Jasa Marga menguasai 74% panjang jalan tol di Indonesia. Sedangkan dari sisi volume lalu lintas transaksi, Jasa Marga menguasai 81% dari total volume lalu lintas transaksi yang melewati jalan tol,”ujarnya.

Pada semester pertama tahun ini, margin laba bersih perseroan berada di angka 18,09% atau naik dari periode yang sama tahun lalu 15,99%. (bani)