Bangun Seksi I, Waskita Gelontorkan Rp1,296 Triliun

Miliki 60% Saham KKDM

Senin, 20/10/2014

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengalokasikan anggaran dari kas internal untuk kelanjutan pembangunan ruas Jalan Tol Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu) Seksi I sebesar Rp1,296 triliun, atau 30% dari total anggaran yang dibutuhkan senilai Rp4,32 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Choliq, mengatakan sisanya yang 70% atau sekitar Rp3,024 triliun berasal dari pinjaman perbankan, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, melalui kredit sindikasi.

“Pembangunan seksi I ini memakan waktu tiga tahun (36 bulan). Pembebasan tanah sudah mencapai 80%. Sisanya yang 20% tengah diselesaikan,” ujarnya, usai Peresmian Peletakan Batu Pertama Kelanjutan Pembangunan Jalan Tol Becakayu, di Jakarta, Jumat (17/10), pekan lalu.

Lebih lanjut Choliq menjelaskan, Jalan Tol Becakayu ini memiliki total panjang 21,04 kilometer dan terbagi dalam dua seksi, yaitu Seksi I (Casablanca-Jaka Sampurna) sepanjang 11 kilometer dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 10,04 kilometer. Adapun total biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun dua seksi ini sebesar Rp7,2 triliun.

Tol ini, lanjut dia, letaknya berada dalam dua provinsi, DKI Jakarta dan Jawa Barat lantaran melewati wilayah Cawang dan Bekasi. Untuk seksi II, dirinya mengaku pembebasan lahannya baru mencapai 50%. Pembangunannya dimulai setelah seksi I rampung pada 2017 mendatang.

Berdasarkan penelusuran Neraca, pada awalnya hak pengelolaan ruas tol ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) di mana pembangunannya dimulai pada 1997 silam. Namun, karena Indonesia terimbas krisis ekonomi pada 1997-1998, maka pembangunan pun terhenti.

Saat ini, Waskita Karya sebagai pemegang saham mayoritas KKDM sebanyak 60%, atau senilai Rp242 miliar dari total nilai saham perusahaan yang dipimpin oleh Moertomo Basoeki, salah seorang pendiri Universitas Ma Chung, Malang itu, sekitar Rp404 miliar.

KKDM sendiri merupakan konsorsium dari lima perusahaan, yaitu PT Tirtobumi Prakarsatama dengan kepemilikan sebesar 44,47%, PT Citra Mandiri Sukses Sejati sebesar 35,26%, dan PT Indadi Utama dengan porsi 16,75%, PT Remaja Bangun Kencana sebesar 2,02%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 1,5%.

Tol Becakayu adalah satu dari 24 ruas tol yang mangkrak pembangunannya. Setalah pembangunan tol ini selesai dibangun, nantinya KKDM berperan sebagai badan usaha yang akan mengelola atau operator tol tersebut.

Di tempat yang sama, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan, dukungan pemerintah terhadap pembangunan ruas tol ini berbentuk anggaran pengadaan tanah pada seksi I dan II dengan total nilai sebesar Rp350 miliar. KKDM sendiri telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 16 Desember 2011 lalu. Masa konsesi untuk pengusahaan jalan tol ini adalah 45 tahun. [ardi]

Topik Terkait

moertomo basoeki