BTN akan Turunkan Bunga KPR

Luncurkan Housing Finance Center

Jumat, 17/10/2014

NERACA

Jakarta - PTBank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menurunkan tingkatsuku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun realisasinya masih menunggu momentum yang tepat. “Meskipun BTN tidak pernah menaikan bunga KPR, namun tahun ini BTN akan menurunkan bunga KPR, hanya saja kami masih menunggu waktu yang tepat untuk menurunkan bunga KPR tersebut,” kata Direktur Utama BTN, Maryono, saat meluncurkan Housing Finance Center di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut Maryono, BTNHousing Finance Center (BTNHFC) adalah terobosan yang dilakukan Bank BTN sebagai salah satu solusimasalah perumahan di Indonesia.

Dia mengutarakan,masalahbacklogpenyediaan perumahan di Indonesia akan terus bertambah jika tidak ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Hingga saat ini diperkirakan backlog mencapai 15 juta lebih unit rumah yang masih harus dipenuhi oleh pemerintah.“Perlu peran serta banyak pihak untuk mengatasimasalah perumahan di Indonesia,” tegas Maryono.

Sebagai pemimpin pembiayaan perumahan di Indonesia, papar Maryono, pihaknyaingin agar BTN HFC menjadi motor penggerak dan pusat referensi property di Indonesia.

Maryono menjelaskan BTN HFC akan menjadi pengelola pusat pembelajaraan perbankan dan risetperumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. BTN HFC akan menjadi sumber inspirasi para pelaku bisnis di bidang pembiayaan perumahan. Menjawab kebutuhan bisnis pembiayaan perumahan apakah itu dari dunia perbankan ataupun para pelaku pembangunan perumahan, BTN HFC adalah tempatnya. Ini akan menjadi pusat menjawab kebutuhan masalah perumahan di Indonesia.

"BTN HFC akan menjadi salah satu solusi permasalahan perumahan di Indonesia. Ini merupakan komitmen Bank BTN untuk terus berinovasi dan tetap fokus menjadi bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan di Indonesia,”tambahMaryono.

Dia memaparkan, ketimpangan perumahan di Indonesia terjadi di sisi supply dan demand,Tingginya permintaan tidakberbanding lurus dengan ketersediaan rumah.“Faktor penyebabnya jugaberagam. Mulai dari keterbatasan lahan, kebijakan yang kurang efektif, kemampuan pelaku usaha, serta mahalnya pasokan bahan baku menjadi aspek yang menghambat penyediaan rumah. Dari sisi permintaan, faktor pembiayaan yang terbatas menjadi kendala utama,” tutur Maryono.

Walaupun banyak bank di Indonesia menawarkan produk KPR,imbuh dia,tetapi umumnya berbiaya tinggi karena tidak didukung olehdana jangka panjang.

“Bank BTN telah memilki pengalaman mengelola bisnis KPR dengan dana pendamping berjangka panjang.Situasi ini yang menjadi alasan perlunya lembaga yang secaraberkelanjutanmenjembatani ketidaksesuaian di atas. Melalui Housing Finance Center (HFC), Bank BTN berusaha menjadi integrator pemangku kepentingan perumahan. Dari sisi demand misalnya, kami punya produk-produk seperti KPR. Dari sisi supply, kami menyediakan fasilitas pinjaman seperti kredit lahan dan sebagainya. Dengan HFC, kami merambah riset dan advisory di bidang perumahan,”ungkapMaryono.

Tiga fungsi

Ke depan,BTN HFC akanbertransformasi menjadi lembaga yang memiliki kompetensi besar dengan spesialisasi yang kuat. BTN HFC dalam implementasinya nanti akan memiliki tiga fungsi utama, yaitu Learning Center, Research Center dan Advisory Center. Tiga fungsi ini akan direalisasikan setahap demi setahap dan dijadwalkan dalam kurun waktu 3 tahun dapat diselesaikan secara sempurna.

Learning Center akan menjadi pusat edukasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai bentuk program pelatihan seperti seminar, workshop dan short course yang bersertifikasi serta online subscription sebagai portal ilmu pengetahuan.

Research Center merupakan pusat informasi dan inovasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai program riset terkait pasar, pelaku usaha, serta trend industri perumahan. Dari kegiatan riset yang sudah dilakukan dan teruji kebenarannya akan dimasukkan dalam BTN Housing Index yang menjadi pusat data terkait dengan bisnis properti.

BTN Housing Index akan memperkuat posisi Bank BTN sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan. Disamping itu BTN Housing Index akan menjadi sumber informasi bagi para pelaku bisnis dan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual unit properti di Indonesia.

Sementara Advisory Center merupakan pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan yang membantu melakukan analisa perumusan kebijakan dan regulasi bagi pemerintah serta mengadakan jasa konsultasi dengan pelaku industri.

BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan perseroan sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85%. Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20% di KPR. Sedangkan BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi.Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, BTN akan menjadi besar sebagai mortgage bank di Indonesia.

Perseroan masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesiadengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013. Secara kumulatif,BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3,5 jutaorang di seluruh Indonesia.Jika masing-masing rumah dihuni rata-rata 5 orang, maka KPR BTN telah dinikmati oleh 15 juta lebih masyarakat Indonesia. [kam]