IHSG Respon Positif Pelantikan Jokowi

Jumat, 17/10/2014

NERACA

Jakarta – Minimnya sentiment positif memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seharian berada di zona merah. Mengakhiri perdagangan, indeks BEI ditutup melemah 11,326 poin (0,23%) ke level 4.951,614. Sementara Indeks LQ45 turun 1,851 poin (0,22%) ke level 837,262.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, melemahnya bursa saham regional mendorong investor asing di dalam negeri kembali mengambil posisi jual sehingga membuat indeks BEI terkena dampaknya,”Minimnya sentiment positif, membuat investor memilih aksi jual,”ujarnya di Jakarta, Kamis (16/10).

Kendati demikian, lanjut dia, tekanan dari investor asing cenderung sudah mereda, hal itu menunjukkan bahwa tingkat keyakinan investor masih cukup tinggi terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia. Secara teknikal, William Surya Wijaya menambahkan bahwa IHSG BEI sedang berada dalam area konsolidasi yang mengindikasikan peluang untuk mengakumulasi beli masih cukup kuat, pola tren penguatan jangka panjang juga masih terjaga.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan masih akan bergerak menguat seiring optimisme pasar terhadap pelantikan presiden terpilih Jokowi dan Jusuf Kalla serta kabinet yang pilih diyakini berasal dari professional dan bukan titipan partai politik.

Pada perdagangan Kamis kemarin, indeks sempat positif sebentar di level 4.976 tapi akhirnya turun lagi. Aksi jual investor asing memaksa IHSG jatuh ke zona merah. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 326,984 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 235.309 kali dengan volume 8,365 miliar lembar saham senilai Rp 7,704 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 148 turun, dan 71 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi sedikit meningkat karena ada dua aksi tutup sendiri, yaitu di saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dan saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) masing-masing dengan Rp 1,5 triliun dan Rp 925 miliar di pasar negosiasi.

Tekanan negatif dari pasar global membuat bursa regional kompak melemah sore hari ini. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam hingga lebih dari 2%. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 11.975, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 20.125, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 71.000, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 225 ke Rp 5.775. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 725 ke Rp 20.100, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 700 ke Rp 6.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 375 ke Rp 57.950. dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 300 ke Rp 5.850.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi tipis 2,677 poin (0,05%) ke level 4.960,263. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,878 poin (0,10%) ke level 839,991. Aksi jual masih didominasi oleh investor asing. Pelaku pasar domestik masih mengkoleksi saham di tengah ramainya aksi jual.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 126.884 kali dengan volume 2,299 miliar lembar saham senilai Rp 2,41 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 148 turun, dan 71 saham stagnan. Mayoritas bursa-bursa regional masih terjebak di zona merah. Hanya pasar saham Tiongkok yang bisa menguat. Sentimen negatif pasar global masih menyelimuti pasar saham regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 59.475, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 11.625, Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.450, dan Jakarta Int (JIHD) naik Rp 175 ke Rp 1.375. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 675 ke Rp 20.150, Matahari (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 14.525, ABM Investama (ABMM) turun Rp 365 ke Rp 2.275, dan First Media (KBLV) turun Rp 215 ke Rp 2.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 29,64 poin atau 0,60% ke posisi 4.933,29 mengikuti sentimen negatif pada bursa-bursa saham global, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 6,07 poin (0,72%) ke posisi 833,04,”Indeks BEI bergerak melemah seiring dengan bursa saham global didorong kekhawatiran memburuknya ekonomi Eropa dan juga data penjualan ritel AS yang berada di bawah estimasi," kata analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Dia menambahkan bahwa harga minyak dunia yang pagi ini masih tertekan sekitar 0,6 persen akan berdampak negatif bagi saham-saham komoditas di dalam negeri."Kami melihat penurunan harga minyak dunia itu masih akan menyebabkan saham komoditas 'underperform',”ujarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan IHSG BEI dapat tertahan dimana pelaku pasar mengekspektasikan adanya katalis positif setelah pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI terpilih nanti pada 20 Oktober 2014. Rencananya Jokowi akan mengumumkan nama-nama menteri satu hari setelah pelantikan.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 213,15 poin (0,92%) ke 22.926,90, indeks Nikkei turun 328,84 poin (2,18%) ke 14.744,27 dan Straits Times melemah 34,77 poin (1,11%) ke posisi 3.163,02. (bani)