Sambut MEA, Pemda Dituntut Sosialisasi ke Pedagang

Pusat Grosis Tanah Abang

Jumat, 17/10/2014

NERACA

Jakarta – Hery Supriyatna, Promotion Manager Pusat Grosir Blok A Tanah Abang mengaungkapkan sampai dengan saat ini secara keseluruhan para pedagang di pusat grosir Tanah Abang diyakini belum semuanya tahu dan siap untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 nanti, untuk itu dirinya akan segera bersama dengan Pemerintah Daearah (Pemda) DKI Jakarta yang memang mempunyai wewenang dan kebijakan untuk segera memberikan sosialisasi kepada pedaganga menyambut MEA 2015.

“Kalau dari kami mensosialisasikan secara personal kepada pedagang sudah, tapi untuk semuanya dikumpulkan untuk diberikan pemahaman belum, dan ini yang punya wewenang penuh dari pihak Pemda DKI Jakarta, untuk bisa mengumpulkan semua pedagang untuk mensosialisasikan MEA, “ katanya kepada Neraca saat menghadiri acara Launching Belanja Berhadiah Bersama BCA di Blok A, Tanah Abang, Jakarta Kamis (16/10).

Namun demikian, dirinya mengutarakan saat ini memang sudah ada pembecaraan terkait dengan hal itu. Dan nanti rencananya selain Pemda, ada perwakilan dari Kementrian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dan instansi terkait. Harapannya akhir tahun, atau awal tahun depan sudah direalisasikan. “Paling lama awal tahun sudah bisa disosialisasikan,” imbuhnya.

Karena apa, dirinya juga menyadari pada saat pasar bebas ASEAN nanti merupakan suatu tantangan besar bagi para pedagang maupun industri penyokong produk di Tanah Abang. Mengingat pada saat pagelaran pasar bebas nanti pasti banyak produk maupun pedagang negara ASEAN lain berdatangan. Dan para pedagang dan industri harus segera mungkin mempersiapkan diri karena kalau tidak mereka akan kalah bersaing dengan pedagang maupun produk dari negara lain.

“Kalau dari sisi industry mungkin sudah ada persiapan, tapi yang memang harus diberikan pemahaman para pedagang biar mempersiapkan diri. Karena kasihan kalau mereka tidak ada persiapan dituntut berkompetisi dengan para pedangan ASEAN lain bisa kalaha mereka,” ujarnya.

Transaksi Ratusan Milliar

Hery menambahkan dalam sehari transaksi di Blok A Tanah Abang bisa mencapai Rp 150 milliar hingga Rp 200 milliar perhari dengan pengunjung sekitar 70 ribu dengan jumlah pedagang sekitar 7 ribu pedagang. Oleh karenanya, perputaran ini tidak lah kecil maka dari itu nanti jelang MEA bisa naik. “Saat ini pusat grosir tanah abang masih yang terbesar di Indonesia, jelang MEA nanti harapannya bisa meningkat penghasilannya dan yang terpenting bisa dikuasai oleh pedagang dan produk dalam negeri,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Divisi Pengembangan Dana dan Jasa Produk Dana Bisnis BCA, Liza L Widyasari mengatakan, pasar tanah abang punya potensi besar se-Asia maka dari itu kami ingin membudayakan cashless society pada pedagang dan masyarakat. “Diluar negeri pola pembayaran cash sudah sangat jarang, makanya pentingnya membuat budaya cashless society pada pedagang dan masyarakat tujuannya agar terbiasa saat pasar bebas MEA 2015 nanti,” katanya.

Adapun, untuk saat ini secara total BCA telah menyebarkan 10.000 mesin EDC di Blok A. Di mana, 1 pedagang bisa memiliki lebih dari 1 mesin EDC karena bisa dipakai oleh 39 bank yang tergabung dengan jaringan Prima. Untuk mengejar target tersebut, BCA menggratiskan mesin EDC dengan promo gratis iuran pada tahun ini. BCA pun akan membuka booth di Blok A untuk memudahkan pendaftaran. “Ini salah satu upaya dari kami memberikan kemudahan bertransaksi, apalagi nanti saat MEA berlangsung,” tukasnya.