APLN Serap Dana Obligasi I Rp 750 Miliar

Jumat, 17/10/2014

Hingga September 2014, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah menyerap habis dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi I Tahap II 2014 APLN sebesar Rp750 miliar,” Dana PUB tersebut seluruhnya digunakan perseroan untuk pengembangan usaha di bidang properti,”kata

Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (16/10).

Disebutkan, dari perolehan dana PUB I Tahap II 2014 sebesar Rp750 miliar, perseroan memperoleh dana sebesar Rp744,29 miliar. Karena adanya biaya penawaran umum sebesar Rp5,7 miliar. Sesuai prospektus perseroan, dana PUB I Tahap II 2014 sebesar Rp744,29 miliar seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti.

Sebagai catatan, pada 6 Juni 2014, Agung Podomoroland telah melakukan aksi korporasi berupa Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I Tahap II APLN sebesar Rp750 miliar. Dengan demikian, dana obligasi yang diperoleh perseroan sampai dengan akhir September 2014 seluruhnya telah habis terserap.

Sepanjang kuartal tiga tahun ini, perseroan mencatatkan total marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 3,52 triliun dari target 2014 sebesar Rp 6 triliun- Rp 6,5 triliun. Diakui manajemen perseroan, perolehan marketing sales itu memang masih jauh dari target perseroan. Meski demikian, manajemen tidak merevisi target marketing sales 2014.

Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas menuturkan, pihaknya akan terus berusaha untuk mencapai target marketing sales,”Kami masih mengharapkan tambahan marketing sales dari proyek baru Simprug yang bisa masuk akhir tahun 2014," ujar Justini.

Kontribusi marketing sales itu disumbangkan antara lain dari Harco Glodok sebesar 25,7%. Lalu disusul Orchard Park Batam sebesar 24,8%, Podomoro City Extension sebesar 13,1%. Kemudian marketing sales juga disumbangkan dari Plaza Kenari Mas sebesar 6,5%, disusul Grand Taruma sebesar 6,2%, Metro Park Residences sebesar 4,7%, Vimala Hills and Soho Pancoran masing-masing sebesar 4,6%. Selain itu juga disumbangkan dari proyek Borneo Bay Residences sebesar 4,5% dan Podomoro City Deli Medan sebesar 4,1%.