Austindo Rampungkan Akuisisi Pusako Agro

NERACA

Jakarta – Perusahaan minyak sawit, PT Austindo Jaya Tbk (ANJT) telah menuntaskan akuisisi atas 100% saham PT Pusako Agro Makmur (PAM) pada 15 Oktober tahun ini. PAM merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Propinsi Papua Barat.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Sekretaris Perusahaan Austindo Jaya Naga Waskita mengungkapkan, perseroan membeli saham PAM dari PT Pusaka Agro Sejahtera dan Wodi Kaifa Ltd. Naga mengungkapkan bahwa kedua perusahaan tersebut tidak terafiliasi dengan perseroan sehingga transaksi pengambilalihan tidak termasuk transaksi afiliasi,”Transaksi dimaksud memiliki nilai kurang dari 20% dari ekuitas perseroan, sehingga transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material,”ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, perseroan dan anak usahanya, PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) telah menandatangani accession deed untuk pengalihan hak akuisisi atas saham PT Pusako Agro Makmur. Penandatanganan tersebut dilakukan perseroan pada 10 September 2014.

Naga mengungkapkan, dalam perjanjian tersebut ANJA mengalihkan haknya kepada perseroan untuk mengakuisisi 95 persen saham Pusaka Agro Makmur yang dimiliki oleh Wodi Kaifa Ltd. “Pusaka Agro Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit yang terletak di Propinsi Papua Barat,” jelas Naga.

ANJA dan Wodi Kaifa beberapa wakktu lalu telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham (conditional sale and purchase agreement/ CSPA) atas 95% saham Pusaka Agro Makmur. Naga mengungkapkan, Wodi Kaifa bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan perseroan, anggota Direksi maupun anggota Dewan Komisaris perseroan.

Sementara itu, Austindo menagetkan penambahan area tanam baru seluas 6.500 hektar (ha) tahun ini. Sebagian besar lahan tanam baru tersebut, berada di Papua, yaitu sebanyak 4.500 ha. Hadi menambahkan, perseroan saat ini memiliki 60 ribu hektar yang masih belum digarap.

Tahun ini, Austindo menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 80 juta atau setara dengan Rp 920 miliar. Rencananya perseroan bakal menggunakan kas internal dan pinjaman bankuntuk kebutuhan capex.

Direktur perseroan Hadi Fauzan mengatakan, tahun ini perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari perbankan sebesar US$ 50 juta. Beberapa waktu lalu, Austindo telah mengambil sebagian fasilitas tersebut sebesar US$ 22 juta,”Pinjaman ke bank bisa menjadi opsi, karena utang bank perseroan saat ini masih kecil yaitu sebesar US$ 2 juta,” ucap Hadi beberapa waktu lalu.

Hadi menambahkan, sebagian dana capex untuk pembangunan pabrik kelapa sawit dan infrastruktur di perkebunan Kalimantan Barat. Perseroan juga berencana untuk mengembangkan proyek kelapa sawit di Sumatera Selatan dan Papua Barat. Selain itu, tahun ini akan dialkukan pembangunan infrastruktur guna mendukung bisnis sagu di Papua Barat.“Perseroan juga akan menambah kapasitas pembangkit listrik di Belitung, serta pembangunan proyek pembangkit listrik biogas di perkebunan Binanga,” kata Hadi. (bs/bani)

BERITA TERKAIT

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Sejahteraraya Bakal Cari Pinjaman Bank - Danai Akuisisi Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnis, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bakal mencari pendanaan lewat pinjaman perbankan. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…