Pengembangan SDA untuk Kesehatan dan Kehidupan Berkelanjutan

Sabtu, 18/10/2014

Tiga peneliti perempuan muda Indonesia dianugerahiFellowshipL’Oréal-UNESCO For Women In Science Nasional 2014. Penelitian ketiga fellow berasas pada penggunaan bahan pangan asal Indonesia yang bertujuan untuk dapat meningkatkan hidup di bidang kesehatan dan kehidupan yang berkelanjutan

NERACA

Adalah benar pendapat yang mengatakan bahwa daya saing Indonesia di kancah internasional tidak lagi dapat ditentukan oleh kelimpahan sumber daya alam (SDA). Daya saing serta pertumbuhan ekonomi akan semakin ditentukan oleh tingkat kemandirian dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi industrial.

Sebagai salah satu pilar kekuatan SDM bangsa, perempuan yang merupakan komponen terbesar dari penduduk merupakan aset bangsa yang potensial dan kontributor yang signifikan di dalam pembangunan bangsa, baik sebagai agen perubahan maupun sebagai obyek pembangunan.

Salah satu misi dari pemberdayaan perempuan adalah memberdayakan perempuan dalam bidang pendidikan, dan L'Oreal telah membantu memajukansainsdan memberi dukungaan kepada perempuan peneliti untuk menstimulasi seluruh perempuan di Indonesia.

Dalam acara penganugerahan L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) Nasional 2014, PT L’Oréal Indonesia (L’Oréal) dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (KNIU Kemdikbud) menganugerahi tiga peneliti perempuan muda Indonesia dengan penelitian yang berbasis pada sumber daya asli Indonesia untuk meningkatkan hidup di bidang kesehatan dan kehidupan yang berkelanjutan.

Ketiga perempuan luar biasa ini adalah Drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD,berusia32 tahun dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan proposal riset dalam kategoriLife Scienceyang berjudul:“Pengaruh Kaempferol dari Daun Katuk (Sauropis Androgynus) untuk Potensi Pencegahan Kanker Pada Sel Epitel Kelenjar Susu”; Dr. Nanik Purwanti, berusia33 tahun dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan proposal riset dalam kategoriMaterial Science yang berjudul:“Pengembangan Mikrokapsul yang diperkuat dengan Protein Nanofibrils Menggunakan Proses Adsorpsi Multi Lapis Untuk Diterapkan Sebagai Perangkat Pelepasan Terkendali”; dan Dr. rer. nat Witri Wahyu Lestari Ssi, MSc,berusia34 tahun dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dalam kategori Material Scienceyang berjudul:“Produksi Green Diesel dari Minyak Kelapa Sawit menggunakan Katalis Zeolit Alam Termodifikasi”.

“FWIS Nasional ingin membawa dunia sains menjadi lebih terjangkau oleh para perempuan Indonesia. Lewat program tahunan ini, L’Oréal terus mendukung perempuan peneliti muda dalam memajukan sains dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan bangga, kami mengumumkan 3 perempuan peneliti muda Indonesia sebagai penerimafellowshipL’Oréal-UNSCO For Women in Science (FWIS) Nasional 2014, yang meneliti eksplorasi bahan pangan asal Indonesia. Harapan kami, ketiga perempuan hebat ini akan memperkaya komunitas FWIS dan menjadi panutan di bidang sains bagi generasi penerus perempuan peneliti di Indonesia,” jelasVismay Sharma, Presiden Direktur, L’Oréal Indonesia.

Sejak didirikan di Indonesia pada tahun 2004, L’Oréal telah bekerja sama dengan KNIU dalam menyelenggarakan program tahunan FWIS Fellowship – Nasional. Setiap tahunnya, L’Oréal dan KNIU memberikan beasiswa kepada perempuan peneliti yang luar biasa, dalam kategori Life SciencedanMaterial Sciencesenilai Rp 80 juta. Hingga kini, L’Oréal telah memberikan beasiswa kepada 37fellowsuntuk melakukan proyek penelitian, dimana 5 diantaranya telah diakui secara internasional.

“Selama 11 tahun ini, L’Oréal dan KNIU Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementrian Riset dan Teknologi yang secara konsisten telah mengapresiasi dan mencari perempuan peneliti Indonesia yang inspiratif. Dengan memperkenalkan para perempuan peneliti ini kepada masyarakat luas, kami berharap program FWIS dapat membuka jalan bagi generasi muda dan menginspirasi para perempuan muda Indonesia lainnya untuk mejadi peneliti di masa depan,” ungkapProf. Dr. Arief Rachman Mpd,Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud).

International Rising Talents

Tahun ini, L’Oréal dan UNESCO pada tingkat global memperkenalkan pembaharuan pada program For Women In Science Fellowship International, yaituInternational Rising Talents.Program ini terdiri dari 3 aspek utama: 1). Kandidatfellowinternasional merupakan para pemenang FWIS nasional yang dicalonkan oleh juri nasional; 2). Mendapatkan beasiswa senilai €15,000; 3). Area penelitian adalahLife & Material Science, Teknik dan Matematika. 15 beasiswa akan diberikan setiap tahunnya kepada para peneliti dari lima wilayah: Afrika & Arab, Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara.

Selama 16 tahun, L’Oréal dan UNESCO telah bekerja sama untuk mendukung perkembangan karir perempuan peneliti. Setiap tahunnya, program ini mengapresiasi perempuan peneliti dan mengetengahkan konstribusi mereka dalam mengubah dunia. Sejak tahun 1998, program ini telah mengapresiasi 2.000 perempuan dari seluruh dunia (82Laureatesdimana2 diantara mereka telah memenangkan Hadiah Nobel, dan 1.920Fellows)