Pasar Tahu Apa Yang Terbaik

Para ahli ekonomi seringkali mengatakan bahwa dewasa ini faktor demand driven-lah yang menjadi sumber penggerak pertumbuhan. Jika memang demikian pendulumnya, maka paradigma ekonomi di sisi suplai perlu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Logika ekonomi yang sangat sederhana tentu dapat memahami paradigma itu karena ekonomi pada dasarnya menyangkut persoalan supply dan demand.

Lantas penyikapan seperti apa yang harus dilakukan oleh para pemangku kepentingan di sisi suplai agar hukum ekonomi dapat berjalan tanpa ada distorsi atau hambatan aliran modal, barang dan jasa ke pasar (dalam negeri maupun ekspor). Pasar tidak pernah mempersoalkan modal, barang dan jasa itu datangnya dari mana, apakah dari pasokan dalam negeri atau berasal dari impor.

Yang diperlukan oleh pasar sejatinya adalah jaminan kepastian hukum dan kepastian berusaha. Penerapan standar just in time dalam pelayanan pubik harus diwujudkan dalam kerangka kerja organisasi publik yang modern. Regulasi pemerintahnya juga menjadi lebih bermakna jika perancangan dan implementasinya harus pro-pasar.

Dalam sistem ekonomi terbuka yang sudah mendunia cara kerja dan proses bisnis di lingkungan organisasi publik yang melayani kebutuhan investor, pebisnis, dan masyarakat pada umumnya harus efisien dan berbiaya rendah karena Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Jangan sampai mereka menjadi bersikap wait and see karena ketidakpastian pelayanan yang diberikan oleh organisasi publik, baik dilihat dari segi waktu, biaya dan delivery-nya.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang tergolong sebagai emerging economy, pemerintah harus mampu menggunakan instrumen kebijakan yang dimilikinya untuk merespon fenomena ekonomi dimana pasar sebagai sumber penggeraknya. Tempatkan posisi pemerintah sebagai regulator dan pelayan publik yang mampu bekerja efisien dan produktif agar produk regulasi dan kebijakan yang dihasilkan dapat berperan optimal sebagai katalisator untuk menstimulasi para pelaku pasar menjalankan peran dan fungsinya tanpa mengalami hambatan yang berarti.

Saat ini jelang detik-detik pergantian rezim, nampaknya para elit politik di negeri ini sedang ternina-bobokkan oleh situasi politik yang gaduh seakan tiada hari esok akan menjadi lebih baik dari hari ini dan hari kemarin. Semua terjerembab dalam kegaduhan yang nyaris membuat kondisi lingkungan menjadi buruk/tidak kondusif sehingga pelaku pasar merespon negatif.

Seusai pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, kita harapkan situasi politik dalam negeri menjadi kondusif kembali dan semua pihak harus bisa mengkonsolidasikan kembali seluruh kekuatan komponen bangsa untuk sama-sama menjadi para pemangku kepentingan yang ikut bertanggung jawab membenahi institusi ekonomi di negeri ini yang hingga kini masih banyak hal yang harus dibenahi atau ditata kembali agar uang yang berputar tidak hilir mudik dan keluar masuk hanya dikapitalisasi untuk meraih keuntungan bagi para pemiliknya.

BERITA TERKAIT

KPK: Sebaiknya Lembaga Yang Ada Diefektifkan

KPK: Sebaiknya Lembaga Yang Ada Diefektifkan NERACA Magelang - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan pemberantasan tindak pidana…

Honda Kuasai 53 Persen Pasar Hatchback di Indonesia

Honda menguasai pasar hatchback di Indonesia sebesar 53 persen melalui penjualan mobil Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback. Honda Jazz…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Super Ultra Mikro

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Super ultra mikro--mungkinkah ini sebuah gagasan baru, bagi skema pembiayaan kepada pelaku usaha…

3 Tahun Evaluasi Ekonomi Jokowi-JK

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF               Presiden Jokowi-JK punya dua jurus yang selalu dibawa kemanapun ia…

Freeport Tak Perlu Negosiasi - Oleh Edy Mulyadi : Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Gaduh pemberitaan soal divestasi PT Freeport Indonesia (PT FI) publik jadi bingung. Para menteri yang merasa terkait dengan perkara ini…