Lansia Memerlukan Perawatan Gleriatri

Sabtu, 18/10/2014
Lansia Memerlukan Perawatan Gleriatri Neraca Populasi usia lanjut di Indonesia semakin meningkat, baik jumlah absolutnya maupun proporsinya. Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang, proporsi usia lanjut di Indonesia mencapai 13,1% atau sekitar 27 juta jiwa. Melihat hal ini mereka yang berusia lanjut, secara kuantitatif dan kualitatif, sedemikian kompleksnya yang membutuhkan perhatian khusus. Selama ini salah persepsi mengenai orang lanjut usia dengan pasien geriatri. Keduanya serupa tapi tidak sama. Orang usia lanjut dan pasien geriatri adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun, tetapi pasien geriatri adalah usia lanjut dengan beberapa penyakit dan masalah biopsikososial. Dr. Aulia Rizka, SpPD dari RSU Bunda Jakarta mengatakan, pasien geriatri biasanya memiliki penyakit lebih dari 2. Perawatan penyakit pada pasien geriatri membutuhkan pendekatan khusus karena biasanya gejala penyakit tidak khas dan fungsi organ sudah menurun sehingga pemberian banyak obat pada pasien geriatri yang biasanya terdiri dari banyak obat, harus dilakukan dengan pengawasan. Secara umum, permasalahan pada pasien geriatri dibedakan menjadi masalah fisik (jasmani), mental (jiwa), sosial dan lingkungan serta iatrogenik (salah obat/rawat). Merawat lansia perlu pendekatan khusus, terutama lansia yang fail/rapuh. Jika pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit, maka dilakukan oleh layanan terpadu di rumah sakit. Tim terpadu juga harus melakukan kerja sama dengan keluarga/pelaku rawat. Pengawasan yang paling penting kenapa pasien geriatri di rumah sakit perlu ditangani tim terpadu adalah mengontrol pemakaian obat yang terlalu banyak. Sedangkan pelayanan geriatri juga bisa dilanjutkan di rumah atau layanan geriatri gomecare. Tetapi perawatan lanjutnya di rumah sakit tidak menggantikan pentingnya perawatan rumah sakit karena tidak untuk semua kasus bisa dilakukan di luar rumah sakit.

Neraca

Populasi usia lanjut di Indonesia semakin meningkat, baik jumlah absolutnya maupun proporsinya. Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang, proporsi usia lanjut di Indonesia mencapai 13,1% atau sekitar 27 juta jiwa. Melihat hal ini mereka yang berusia lanjut, secara kuantitatif dan kualitatif, sedemikian kompleksnya yang membutuhkan perhatian khusus.

Selama ini salah persepsi mengenai orang lanjut usia dengan pasien geriatri. Keduanya serupa tapi tidak sama. Orang usia lanjut dan pasien geriatri adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun, tetapi pasien geriatri adalah usia lanjut dengan beberapa penyakit dan masalah biopsikososial.

Dr. Aulia Rizka, SpPD dari RSU Bunda Jakarta mengatakan, pasien geriatri biasanya memiliki penyakit lebih dari 2. Perawatan penyakit pada pasien geriatri membutuhkan pendekatan khusus karena biasanya gejala penyakit tidak khas dan fungsi organ sudah menurun sehingga pemberian banyak obat pada pasien geriatri yang biasanya terdiri dari banyak obat, harus dilakukan dengan pengawasan.

Secara umum, permasalahan pada pasien geriatri dibedakan menjadi masalah fisik (jasmani), mental (jiwa), sosial dan lingkungan serta iatrogenik (salah obat/rawat). Merawat lansia perlu pendekatan khusus, terutama lansia yang fail/rapuh.

Jika pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit, maka dilakukan oleh layanan terpadu di rumah sakit. Tim terpadu juga harus melakukan kerja sama dengan keluarga/pelaku rawat. Pengawasan yang paling penting kenapa pasien geriatri di rumah sakit perlu ditangani tim terpadu adalah mengontrol pemakaian obat yang terlalu banyak.

Sedangkan pelayanan geriatri juga bisa dilanjutkan di rumah atau layanan geriatri gomecare. Tetapi perawatan lanjutnya di rumah sakit tidak menggantikan pentingnya perawatan rumah sakit karena tidak untuk semua kasus bisa dilakukan di luar rumah sakit.