Lansia Berpotensi Menderita Nyeri Pasca Herpes

NERACA

Nyeri Pasca Herpes Zoster atau NPH yang merupakan salah satu komplikasi paling umum dari Herpes Zoster (HZ) dapat menimbulkan penderitaan luar biasa bagi pasien lanjut usia (lansia). Pengobatan terhadap NPH tidaklah mudah dan hanya sedikit yang dilaporkan merasakan keberhasilan pengobatan.

“Kelompok lansia akan mengalami “immunosenescence” yakni suatu kondisi dimana menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang sehingga respon imun tubuh terhadap pertahanan infeksi kuman dan virus menurun,” tutur dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer dari Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Hal inilah yang dapat menjelaskan mengapa kelompok lansia menjadi lebih mudah terkena infeksi bahkan sering disertai komplikasinya yang pasti lebih berat bila dibandingkan kelompok yang berusia lebih muda dan berpotensi besar untuk sulit dalam melakukan pengendaliannya bila sudah terinfeksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kesakitan serta kematian kelompok ini.

Penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) di seluruh dunia diproyeksikan akan tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat dibanding kelompok usia lainnya. Pada tahun 2012, Indonesia memiliki 25 juta lansia dan merupakan negara Asia ke-3 yang memiliki populasi lansia terbanyak setelah Cina dan India.

Dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia serta meningkatnya usia harapan hidup (72 tahun), kesehatan dan kualitas hidup lansia juga lebih menjadi sorotan. Salah satu penyakit akibat infeksi virus yang sering dialami para lansia adalah herpes zoster, risiko terkena herpes zoster akan meningkat setelah usia 50 tahun.

HZ merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus varicella, virus yang menyebabkan penyakit cacar air. Semakin menua usia seseorang maka imunitas seluler yang spesifik mencegah reaktivasi virus varisela akan semakin menurun dan menyebabkan beragam komplikasi, salah satunya adalah Nyeri Pasca Herpes (NPH).

Prevalensi NPH di 13 Rumah Sakit pendidikan di Indonesia sepanjang 2011-2013, terdapat sebanyak 593 kasus (26,5%) dari total kasus herpes zoster sebanyak 2.232 kasus. Dari jumlah kasus tersebut 250 kasus dialami oleh kelompok usia 45-64 tahun dan 140 kasus pada kelompok usia 65 tahun keatas.

Herpes Zoster dengan Nyeri Pasca Herpes-nya dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, apalagi bila terjadi pada lansia. Pada fisik akan berakibat adanya keterbatasan gerak, susah tidur, penurunan nafsu makan dan berat badan.

Pada aspek psikologis dapat menimbulkan depresi, gelisah, tekanan emosional, susah berkonsentrasi, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi aktifitasnya sehari hari; menjadi kurang percaya diri, perubahan peran sosial dan penurunan aktifitas sosial.

BERITA TERKAIT

Pasca Rekor Baru, IHSG Diburu Profit Taking

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

Jaga Kerukunan dan Toleransi Pasca Kekerasan Terhadap Pemuka Agama

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru Pada akhir Januari 2018 kemarin, masyarakat dihebohkan dengan kabar ulama…

Pengawasan Perbankan Pasca Gubernur Fed Baru

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Terpilihnya Jerome Powell sebagai gubernur bank sentral Amerika…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Penyakit yang Sering di Alami Wartawan

Di Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pentingnya para wartawan menjaga kesehatannya. …

Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Sanitasi - Cegah Stunting

Guna menangani masalah stunting atau kurang gizi kronis nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyiapkan infrastruktur air…

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Parkinson

Drummer sekaligus pendiri band Mr. Big, Pat Torpey meninggal dunia, Rabu (7/2). Torpey meninggal dalam usia 64 tahun karena komplikasi…