Mandiri DPLK Alihkan Dana ke Bank BUKU II

Dana Kelolaan Melonjak 106,6%

Rabu, 15/10/2014

NERACA

Jakarta - Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Mandiri DPLK mengalihkan sebagian dana yang sebelumnya diinvestasikan dalam bentuk deposito di Bank Mandiri ke bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp1 triliun - Rp5 triliun).

Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK, Rudi Rahman mengatakan, pengalihan dana tersebut dilakukan seiring dengan dikeluarkannya kebijakan batas atas suku bunga deposito untuk Bank BUKU III (bank dengan modal inti Rp5 triliun - Rp30 triliun) dan Bank Buku IV (bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun).

"Dengan kondisi seperti ini, kami alihkan ke tempat yang optimal untuk mendapatkan return (imbas hasil). Dan ada di bank BUKU II yang bunganya 10,5%," ujar Rudi, di Jakarta, Selasa (14/10).

Kendati dana kelolaan Mandiri DPLK ditempatkan di bank BUKU II, Rudi memastikan dana tersebut akan tetap aman. Dia juga menuturkan, pihaknya memilih bank BUKU II yang kinerjanya baik dan kuat.

"Pengalihan ini tidaklah ekstrim. Artinya kita campuran. Intinya kita minimalkan risiko dengan mencari bank yang sehat. Kalau bertahan di bank BUKU III atau IV, awalnya bisa dapat (return) 11%. Tapi sekarang turun menjadi 9,5%. Nanti nasabah juga yang protes," aku Rudi.

Per 1 Oktober 2014, OJK memberlakukan pembatasan atas suku bunga deposito bagi Bank Bank BUKU III, yaitu maksimal 200 basis poin (bps) di atas BI Rate atau maksimal 9,5% dan BUKU IV sebesar 225 bps di atas BI Rate atau maksimal 9,75%.

Untuk dana kelola sendiri, Mandiri DPLK mencatatkan dana sebesar Rp432,71 miliar per September 2014, atau tumbuh 106,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp176,25 miliar. Program-program yang ditawarkan Mandiri DPLK diantaranya Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPIP), di mana besarnya manfaat pensiun didasarkan pada akumulasi iuran tetap maupun setoran tambahan (top up) dan pilihan investasi.

Dengan begitu, perseroan siap mengelola program pensiun untuk kompensasi pesangon (PPUKP) bagi perusahaan yang bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi.

Rudi mengatakan, Mandiri DPLK secara berkelanjutan akan memperkuat sistem manajemen mutu dan kapasitas sumber daya manusia termasuk pengelolaan distributor.

"Kami saat ini telah mengelola dana pensiun dari seluruh segmen industri seperti otomotif, rumah sakit, pabrik, sekuritas, perkebunan, perbankan, apotik, pendidikan, yayasan dan lainnya. Ke depan, kami akan terus mempekuat dana kelolaan dengan mengoptimalkan peluang di sektor-sektor industri yang potensial," papar dia.

Mandiri DPLK merupakan institusi keuangan yang didirikan untuk mendukung upaya menjadikan Bank Mandiri sebagai "one stop financial services". Perseroan juga dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam merealisasikan UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan UU Nomor 13/2013 tentang Ketenagakerjaan. [ardi]