Kapitalisasi Telkom Diklaim Bisa Rp 300 Triliun

Rabu, 15/10/2014

NERACA

Jakarta- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperkirakan nilai kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) perseroan pada tahun depan bisa menembus Rp 300 triliun dari posisi saat ini sekitar Rp 280 triliun,”Kita bisa tembus market cap Rp 300 triliun karena ada beberapa katalis yang membuat valuasi naik seperti ekspansi internasional dan beberapa aksi korporasi,”kata Direktur Utama Telkom Arief Yahya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/10).

Dia mengatakan, sepanjang 2014 Telkom mampu meraih pendapatan Rp 91,25 triliun, atau naik 10 persen dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 82,96 triliun. Sementara itu pada Januari-Juni 2014,perusahaan pelat merah ini sudah memperoleh pendapatan Rp 43,54 triliun atau naik 8,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 40,16 triliun."Pada 2014 kami menargetkan pendapatan dari bisnis internasional sebesar 4% dari total pendapatan dan pada 2015 bisa 10% dari total pendapatan atau sebesar Rp 5 triliun. Sementara pada 2015 menargetkan total pendapatan Rp 100 triliun," jelasnya.

Belum lama ini analis di sejumlah sekuritas mengubah target harga emiten saham berkode TLKM ini di akhir 2014 pascaperusahaan melakukan perjanjian swap share anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk.

Sementara aalis dari Barclays Anand Ramachandran dalam kajiannya menargetkan harga saham TLKM di akhir 2014 bisa menembus Rp 3.000 naik 11% dari target sebelumnya Rp 2.700. Langkah Telkom memonetisasi anak usaha dan ekspansi internasional juga mendapatkan dukungan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. "Saya sudah menanyakan langsung komisaris utama dan direksi Telkom bahwa langkah yang mereka lakukan baik bagi perusahaan. Jadi saya tidak boleh menghambat aksi korporasi itu, karenanya bagi saya harus didukung," ujar Dahlan.

Ditambahkan, sejumlah kalangan selama ini selalu mencela langkah yang dilakukan Telkom, karena dinilai tidak bisa bersaing atau bahkan kalah jauh dibanding operator Singapura dan Malaysia. Dahlan mengaku sempat menantang petinggi Telkom di bawah kepemimpinan Dirut Telkom Arief Yahya agar bisa membawa perusahaan berkembang pesat menjadi perusahaan regional. "Mereka (direksi) bilang bisa. Asalkan mereka diberikan kebebasan untuk melakukan aksi korporasi," ujarnya.

Terbukti diutarakan Dahlan, aksi korporasi Telkom yang sudah dilakukan memberikan sinyal positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. "Buktinya, harga saham Telkom terus menguat. Jadi tidak ada masalah," kata dia.

Sebelumnya, praktisi intelijen bisnis, Yudi Samara pernah bilang, transkaksi tukar guling saham dengan Tower Bersama merupakan transaksi terbodoh PT Telkom Indonesia Tbk sepanjang sejarah, “Transaksi ini tercium aroma busuk korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam transaksi aneh ini serta mendesak BPK dan KPK segera mencermati, menginvestigasi, bahkan kalau diperlukan langsung penyelidikan untuk mengungkap dugaan korupsi ini,”ungkapnya. (bani)