APLN Bukukan Penjualan Rp 3,52 Triliun

Rabu, 15/10/2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan total marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 3,52 triliun sepanjang kuartal III 2014 dari target 2014 sebesar Rp 6 triliun- Rp 6,5 triliun. Dalam siaran persnya di Jakarta kemarin, disebutkan, perolehan marketing sales itu memang masih jauh dari target perseroan.

Meski demikian, manajemen tidak merevisi target marketing sales 2014. Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas menuturkan, pihaknya akan terus berusaha untuk mencapai target marketing sales,”Kami masih mengharapkan tambahan marketing sales dari proyek baru Simprug yang bisa masuk akhir tahun 2014," ujar Justini di Jakarta, kemarin.

Kontribusi marketing sales itu disumbangkan antara lain dari Harco Glodok sebesar 25,7%. Lalu disusul Orchard Park Batam sebesar 24,8%, Podomoro City Extension sebesar 13,1%. Kemudian marketing sales juga disumbangkan dari Plaza Kenari Mas sebesar 6,5%, disusul Grand Taruma sebesar 6,2%, Metro Park Residences sebesar 4,7%, Vimala Hills and Soho Pancoran masing-masing sebesar 4,6%.

Selain itu juga disumbangkan dari proyek Borneo Bay Residences sebesar 4,5% dan Podomoro City Deli Medan sebesar 4,1%. Asal tahu saja, belum lama ini perseroan mengungkapkan rencana menghadirkan proyek baru di Klender pasca mengakuisisi 85% saham PT Graha Cipta Kharisma yang memiliki lahan 9,5 hektar di Klender.

Investor Relation PT Agung Podomoro Land Tbk, Wibisono pernah bilang, lahan milik Graha Cipta Kharisma akan dimanfaatkan perseroan untuk di bangun sebuah kawasan mixed use. Rencananya, di atas lahan tersebut akan dibangun enam tower yang merupakan kawasan hunian apartemen, pusat perbelanjaan, dan jenis-jenis properti lainnya,”Mungkin lebih murah karena segmennya untuk kelas menengah. Tapi, setiap pembangunan satu tower biasanya membutuhkan investasi Rp 500 miliar,”ujarnya.

Dia menuturkan, untuk pembangunan mixed use, perseroan membutuhkan dana minimalRp 3 triliun untuk mengembangkan. Pembangunan proyek itu ditargetkan akan dimulai pada kisaran pertengahan tahun 2015 dengan masa pengerjaan sekitar tiga atau empat tahun.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan proses desain untuk kawasan mixed used itu. Perhitungan keuangan juga dilakukan untuk mematok harga jual yang bakal ditawarkan. Nah, setelah dipasarkan, duit hasil pra penjualan atau marketing sales atas proyek itulah yang bakal digunakan untuk menutup kebutuhan investasi proyek tersebut. Proses menentukan desain dan perhitungan valuasinya diharapkan dapat selesai antara bulan Oktober hingga November tahun ini. "Jadi, kami bisa mulai memasarkannya bulan Desember nanti,”kata Wibisono. (bani)