Berkat BPJS Kesehatan, Masyarakat Harus "Melek" Asuransi

NERACA

Ciawi -Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diresmikan pemerintah per 1 Januari 2014, seharusnya dapat dengan mudah membuat masyarakat lebih melek dan paham produk asuransi."Dengan memperkenalkan BPJS Kesehatan, nanti pengenalan masyarakat terhadap asuransi akan naik, dan akan ada peluang baru nantinya," ujar Kepala Aktuarial dan Reasuransi Sinarmas MSIG Life, Herman Sulistyo, di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/10) pekan lalu.

Dia berharap program pemerintah tersebut dapat meningkatkan literasi asuransi di masyarakat yang saat ini masih sangat rendah, kata Herman, Potensi dari kekayaan demografi dan kinerja ekonomi Indonesia, lanjut Herman masih prospektif dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan begitu, saat kesejahteraan masyarakat telah meningkat akan lebih mempertimbangkan produk asuransi swasta, yang memiliki kelengkapan dan fleskibilitas lebih baik dibanding produk asuransi pemerintah."Keadaan ekonomi kita masih prospektif, saat tingkat kesejahteraan masyarakat naik, mereka dapat mencari produk-asuransi yang lebih variatif," ujarnya.

Herman menjelaskan, saat ini produk asuransi yang dikeluarkan perusahaan swasta di Indonesia telah memiliki keragaman dan fleksibilitas yang sebenarnya mencakup semua kebutuhan masyarakat, seperti halnya unitlink yang menawarkan kombinasi manfaat investasi dan proteksi."Dari sisi proteksi, jumlah penyakit kritis yang ditanggung produk asuransi kini sudah berjumlah 60-99 penyakit kritis. Akses dan klaimnya pun lebih mudah. Jika BPJS harus lewat Puskesmas, kami bisa lewat rumah sakit mana saja," ujarnya.

Peningkatan literasi asuransi juga diharapkan timbul dari dikeluarkannya produk asuransi mikro yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kalangan industri. Asuransi mikro yang preminya hanya Rp50 ribu dan dapat diperoleh di tempat-tempat umum secara terjangkau, dinilai dapat mensosialisasikan manfaat asuransi secara lebih luas dan cepat "Asuransi mikro juga akan sangat membantu peningkatan pemahaman masyarakat," pungkas Herman.[retno]

BERITA TERKAIT

Ini Manfaat Manfaat Teh Hitam Untuk Kesehatan

Di beberapa negara, teh selalu jadi minuman yang tersaji dalam berbagai situasi. Orang Tiongkok biasa menambah pemanis, rempah, coklat bahkan…

DBS Foundation Danai Pengembangan Social Enterprise - Ciptakan Lapangan Kerja Masyarakat Marginal

Sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan industri wirausaha, DBS Foundation belum lama ini menyerahkan hibah sebesar lebih dari Rp11 miliar kepada…

Sengketa Asuransi, Selesaikan di BMAI

Oleh: Irvan Rahardjo Jakarta – Kasus penetapan petinggi asuransi menjadi tersangka pidana dalam kasus penolakan klaim asuransi beberapa waktu yang lalu…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Bank Banten targetkan Punya Kantor Cabang Di Setiap Kabupaten

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan tahun 2018 ini berdiri…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…