Perdagangan RI- Sri Lanka Ditargetkan US$ 1 Miliar

NERACA

Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Gamini Lakshman di Jakarta. Kedua negara ini bertemu guna meningkatkan kerjasama di berbagai bidang, termasuk ekonomi.

Dalam pertemuan ini, Marty mengatakan Indonesia dan Sri Lanka sepakat telah menetapkan target nilai perdagangan hingga 1 miliar dolar AS pada 2015 mendatang. "Kita sudah menetapkan target nilai perdagangan 1 miliar dolar AS tahun 2015. Saat ini belum dicapai target itu karena ada beberapa kendala namun saya yakin upaya itu akan terus ditingkatkan," katanya, Senin (13/9).

Selain itu, kedua negara juga akan meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan, pertanian, perikanan, pariwisata, serta ekonomi. "Pertemuan ini intinya bagaimana memberikan wujud yang lebih nyata terhadap potensi hubungan RI- Sri Lanka karena dari segi politik hubungan sudah baik. Sekarang yang perlu dilaksanakan wujud konkret dari hubungan perdagangan, ekonomi, pariwisata, dll," jelasnya.

Marty menjelaskan Indonesia dan Sri Lanka juga membahas sejumlah kerjasama demi kepentingan kedua belah pihak. Pasalnya, kedua negara ini sama-sama memiliki kasus dan persoalan yang serupa, yakni penyelundupan manusia serta pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

"Indonesia dan Sri Lanka menghadapi masalah yang serupa di bawah payung Bali Process mengangani arus penyelundupan manusia ke Australia. Indonesia dan Sri Lanka juga sama-sama mengirim tenaga kerjanya ke luar negeri. Maka keduanya perlu bekerja sama untuk memastikan kepentingan bersama," tambah Marti. Ia mengatakan dengan kesepakatan peningkatan kerja sama antara dua negara ini dapat mengoptimalkan hubungan kedua negara.

Marty juga menjelaskan telah membahas secara terperinci dengan Gamini Lakshman Peiris mengenai langkah yang perlu dilakukan guna memastikan kerja sama kedua negara sesuai dengan target yang direncanakan. “Kami sepakat melipatgandakan upaya ini melalui kerja sama agar hubungan baik yang terjalin bisa semakin baik,” kata Marty.

Marty mengatakan Indonesia dan Sri Lanka akan bekerja sama untuk mengatasi masalah penyelundupan manusia. “Indonesia dan Srilanka menghadapi masalah serupa (penyelundupan manusia) dan kami yang sama-sama berada di bawah payung forum internasional Bali Process siap untuk mengatasi arus penyelundupan manusia,” katanya.

Marty mengatakan hal tersebut dibahas bersama Menteri Luar Negeri Srilanka Gamini Lakshman Peiris karena Indonesia dan Sri Lanka adalah dua negara yang konsisten mengirim tenaga kerja ke luar negeri. Menurut Marty, untuk mencegah dan mengatasi masalah penyelundupan manusia memerlukan kerja sama dan kesepakatan dengan negara lain yang memiliki masalah serupa seperti Srilanka, Bangladesh, Filipina, India, dan Australia.

Sementara itu, Menlu Sri Lanka Gamini Lakshman Peiris mengatakan kerja sama dengan Indonesia akan banyak memberikan keuntungan secara ekonomi, politik dan juga memajukan sumber daya manusia dan kesehatan di negaranya. “Sri Lanka harus berkontribusi untuk bekerjasama dengan negara lain, saling mengerti hubungan politik dengan negara lain dan keuntungannya bagi kami adalah kami bisa meningkatkan ekonomi, sumber daya manusia dan kesehatan negara kami," kata Gamini.

Peiris juga berkunjung ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo. Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, awalnya Peiris mengucapkan selamat kepada Jokowi yang sebentar lagi akan dilantik menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Selain itu, keduanya membicarakan soal kerja sama ekonomi kedua negara. Peiris menyampaikan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Srilanka sekarang mencapai 7,6%. “Mereka melakukan ekspor, baik ke Indonesia, ke Eropa, dan Asia. Beliau menyampaikan kerja sama dengan Indonesia supaya bisa dipererat lagi. Ekspor tertinggi mereka kan mutiara, kayu manis sudah berjalan dan minta, kalau Jokowi jadi presiden, ditingkatkan,” kata Heru.

Heru menambahkan, Peiris juga meminta agar Jokowi nanti bisa datang ke Sri Lanka. Maksudnya adalah untuk bisa saling bertukar pikiran. Apalagi Indonesia juga masuk sebagai negara anggota ASEAN. “Pembahasan terkait kerjasama ekonomi terlihat sangat antusias saat Pak Jokowi bertemu dengan Pak Peiris. Tentunya kita harapkan nanti kerjasama bilateral bisa terus ditingkatkan,” tandasnya.

Related posts