Pelaku Pasar Nantikan Kabinet Jokowi

IHSG Kembali Terkoreksi

Selasa, 14/10/2014

NERACA

Jakarta –Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ditutup terkoreksi seharian, seiring belum adanya sentiment positif dari dalam negeri. Investor lebih bersikap main aman sambil menanti susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kata Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiado, sepekan dilantiknya presiden terpilih Jokowi dan Jusuf Kalla, banyak pelaku pasar modal berharap para kabinet mendatang berasal dari kalangan profesional dan politically safe untuk dapat mendukung program-program yang dicanangkan presiden ketujuh RI tersebut,”Setelah pelantikan presiden, investor berharap formasi kabinet betul-betul diisi orang dengan kemampuan terpercaya dan politically safe," katanya di Jakarta, Senin (13/10).

Dia mengatakan, mengacu peta koalisi Jokowi-JK sebesar 37% versus koalisi partai oposisi sebesar 52% di parlemen, pelaku pasar khawatir kebijakan pemerintah tidak berjalan optimal menyusul harus mendapat persetujuan DPR.

Selain itu, investor juga menanti katalis positif lainnya seperti rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Investor tidak ingin kegagalan pemerintah sebelumnya yang menunda-nunda kenaikan BBM sehingga menyebabkan inflasi."Kenaikan BBM pada pertengahan tahun lalu merupakan momen terburuk karena bertepatan dengan puasa, pendaftaran sekolah dan Lebaran. Dampaknya inflasi selalu tinggi. Saya kira Oktober hingga November merupakan waktu yang pas untuk menaikan harga BBM karena inflasi relatif terkendali,”ujarnya.

Lebih lanjut, Lilis meyakini pemerintah baru akan menaikan harga BBM di bulan November. Indikatornya, dana bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 10 triliun sudah disahkan oleh DPR. Sosok Jokowi sebagai doers juga dipercaya mampu merealisasikan rencana kenaikan harga BBM sesegera mungkin."Pemerintah bisa menggunakan dana sisa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun ini untuk menyiapkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, kita harap sih kenaikannya Rp 3.000," katanya.

Sebelumnya, Kepala Riset Bahana Securities Harry Su pernah bilang, IHSG akan terus terdongkrak apabila formasi kabinet Jokowi sudah jelas,”Tantangan makr oekonomi harus dicermati juga, misalnya harga BBM yang harus naik. Jika tidak naik, kondisi neraca perdagangan terus tertekan,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset Asjaya Indosurya William Surya Wijaya, tim ekonomi ideal adalah yang menguasai bidangnya masing-masing, entah itu profesional maupun pengusaha. Dirinya mewanti-wanti, tim ekonomi Jokowi-JK agar tidak ditunggangi kepentingan partai politik.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza menegaskan, kepastian susunan kabinet Joko Widodo akan mempengaruhi aktivitas pasar modal mendatang,”Naik turunnya aktivitas pasar modal yang berdampak laju indeks harga saham gabungan (IHSG) masih menunggu susunan kabinet baru,”ujarnya.

Terkait kriteria susunan kabinet baru, dirinya menilai, investor lebih menghendaki komposisi kabinet lebih didominasi oleh kalangan professional,”Harapan kami, nantinya komposisi kabinet bisa diisi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga IHSG dapat semakin melaju dan meraih rekor tertinggi kembali,”jelasnya. (bani)