Pakuwon Jati Bukukan Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sepanjang Januari hingga September 2014 meraih nilai prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 2 triliun atau sebesar 66,66% dari target marketing sales perseroan hingga akhir tahun ini yang sebesar Rp 3 triliun.

Direktur Pakuwon Jati Ivy Wong menuturkan, pihaknya optimis target penjualan tahun ini akan bisa tercapai seiring dengan akan diluncurkannya beberapa perumahan dan hunian bertingkat di wilayah Surabaya dan Jakarta,”Sampai dengan September marketing sales kita sudah mencapai Rp 2 triliun. Targetnya masih sama sebesar Rp 3 triliun," katanya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Ivy menyebutkan bahwa pada kuartal III-2014 ini perseroan akan segera merilis penjualan Condo Tower di wilayah Kota Kasablanka Phase 2 di Jakarta dan towership baru di wilayah Surabaya. Perseroan menyiapkan dana investasi total sekitar US$ 62 juta untuk mengembangkan dua hotel milik PWON yang berada di wilayah Jakarta dan Surabaya."Kami targetkan hotel akan beroperasi secara penuh pada 2016 mendatang dan diharapkan berpotensi menambah kontribusi pendapatan di segmen pendapatan berulang ini menjadi 12%,”ungkapnya.

Menurut Ivy, selama enam bulan pertama tahun ini pihaknya memang menahan diri untuk merilis produk baru. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan eksisting inventory produk properti yang dimiliki."Kami baru memulai penjualan untuk proyek baru di kuartal III tahun ini," paparnya.

Hingga saat ini, perseroan masih terus menyelesaikan konsep dan desain kedua proyek tersebut. Sebagai informasi, di Jakarta perseroan membangun hotel bintang lima, Sheraton dalam kawasan superblok Gandaria City. Sedangkan, di Surabaya Pakuwon Jati membangun hotel bintang empat, Four Point dalam kawasan superblok Tunjungan City. "Sheraton Hotel Gandaria City memiliki 300 kamar dengan investasi US$ 120 ribu per kamar dan Four Point Hotel Tunjungan City sebanyak 290 kamar dengan investasi US$ 90 ribu per kamar," jelasnya.

Menurutnya, dalam pengoperasian awal hotel baru itu perseroan menargetkan tingkat hunian (okupansi) hotel di kisaran 70-80%. Sedangkan, hingga saat ini perseroan telah mengoperasikan Sheraton Hotel di Surabaya dengan memiliki sebanyak 358 kamar.

Tercatat laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk di semester pertama tahun ini sebesar Rp 906 miliar. Laba bersih ini lebih tinggi 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 666 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan tercatat tumbuh sebesar 16% menjadi Rp 1,88 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki pernah bilang, pendapatan atas penjualan unit-unit perumahan (landed residential) di Pakuwon City, Surabaya Timur, merupakan penyumbang utama peningkatan pendapatan perseroan. Hal tersebut menjadikan komposisi pendapatan PWON selama semester I 2014 menjadi sebesar 47% untuk pendapatan berkelanjutan (recurring revenue) dan 53% untuk pendapatan pengembangan ( development revenue). (bani)

Related posts