Kadin: Sentra Produksi Perikanan Harus Dibenahi

Senin, 13/10/2014

NERACA

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa pembangunan sentra-sentra produksi perikanan harus segera dibenahi. Karena kondisinya saat ini, banyak sentra-sentra produksi perikanan yang belum memadai. Maka dari itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mempunyai beberapa cara. Hal tersebut seperti yang ada dalam keterangan pers yang diterima Neraca, akhir pekan kemarin.

Yugi menjelaskan bahwa untuk mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan untuk lima tahun kedepan, terdapat beberapa strategi yang perlu dilakukan utamanya bermula dari pembenahan sentra produksi perikanan yang terintegrasi. "Sentra perikanan harusnya terintegrasi mulai dari kapal nelayan, cold storage termasuk prosesing unit sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok dan kampung nelayannya, hingga permodalan dari perbanakan dan asuransi. Pengusaha dalam Kadin Kelautan dan Perikanan siap jadi off takernya," kata Yugi.

Kadin, kata dia, saat ini tengah mempersiapkan sentra perikanan untuk percontohan cluster kampung nelayan yang lebih baik. Ke depan, pihaknya mengaku akan melakukan penguatanperan masyarakat (dunia usaha dan masyarakat) dan negara terkait peningkatan nilai tambah produk kelautan dan perikanan. Selain itu juga penguatanlogistik dan teknologi di sentra-sentra perikanan. "Untuk menunjang sentra perikanan percontohan diperlukan kualitas SDM Kelautan dan Perikanan yang memadai juga. Kita akan lanjutkan program pelatihan dan diklat bagi aparatur perikanan untuk meningkatkan kemampuannya," kata Yugi.

Pihaknya mengaku, sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo terkait program pengembangan sentra perikanan untuk percontohan cluster kampung nelayan. "Jokowi meminta Kadin membuat sentra perikanan percontohan yang business like, artinya semua harus ada nilai ekonomisnya dan kita akan mempersiapkan program itu," ujarnya.

Yugi juga berharap, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendatang bisa dipimpin oleh sosok yang teruji, mengerti permasalahan dan dapat mengimplementasikan progam-program yang nyata dan langsung berdampak pada kesejahteraan nelayan. "Tentunya pimpinan nanti juga harus siap mengawal program sampai parlemen, punya skill yang dapat meloby legislatif untuk menggolkan anggaran untuk program-program rakyat yang tepat sasaran dan ada hasil. Saya yakin DPR akan support," kata Yugi.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan pemetaan sentra produksi budi daya perikanan untuk meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan sehingga dapat mewujudkan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia. “Untuk mengatasi permasalahan distribusi benih perikanan di Tanah Air, KKP melakukan pemetaan sentra produksi benih di bidang budi daya perikanan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Ia mengemukakan pemetaan sentra produksi benih tersebut menyasar sejumlah komoditas unggulan seperti udang vaname, patin, nila, dan lele.Hal itu, ujar dia, merupakan upaya nyata KKP dalam meningkatkan perbenihan perikanan di Indonesia melalui revitalisasi dan industrialisasi. Dengan demikian, lanjutnya, industri perikanan budi daya hadir untuk menghasilkan produk berdaya saing dan berkelanjutan. “Ini menjadi penting lantaran pada tahun 2030 industri perikanan budi daya akan menjadi penyangga perekonomian nasional,” katanya. Ia juga mengatakan proyeksi tersebut tidak berlebihan karena Indonesia telah menempati posisi keempat produsen terbesar ikan budi daya di dunia.

Dalam janji politiknya ketika mencalonkan diri menjadi Calon Presiden, pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla menyatakan akan membangun 100 sentra perikanan untuk membangun perikanan di tanah air. “Pengusaha boleh membangun sentra perikanan itu. Tetapi saya meminta nelayan harus disertakan. Beri harga ikan yang paling baik. Pemerintah akan turun tangan untuk meningkatkan produksi pangan,” ungkapnya.

Pihaknya sangat menyadari potensi Kelautan Indonesia dan sudah saatnya Indonesia memberi perhatian besar pembangunan maratim. Sentra perikanan itu akan dilengkapi dengan coldstorage. “Pengusaha boleh membangun sentra perikanan itu. Tetapi saya meminta nelayan harus disertakan. Beri harga ikan yang paling baik. Pemerintah akan turun tangan untuk meningkatkan produksi pangan,” kata Jokowi.

Jokowi juga berjanji akan membangun Bank Agromaratim untuk membantu nelayan. “Sering mereka tidak mempunyai uang untuk bisa melaut. Adanya bank itu akan membantu mereka yang kekurangan dana,” ujar Jokowi.