KKP Luncurkan Rintisan Kawasan Eduminawisata

NERACA

Jakarta – Dalam rangka mensosialisasikan suatu pendekatan dalam mengelola sumberaya kelautan dan perikanan sebagai objek wisata sektor kelautan dan perikanan yang dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan kepada masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), menyelenggarakan peluncuran rintisan kawasan Eduminawisata Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo, Jawa Timur. Peluncuran dilakukan oleh Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, yang dirangkaikan dengan pelantikan taruna/i Poltek KP Sidoarjo Angkatan 17 TA 2014/2015, akhir pekan lalu, di kampus Poltek tersebut.

Kampus ini merupakan satuan pendidikan tinggi lingkup KKP yang menjadi salah satu dari tiga Akademi Perikanan (AP) yang diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, menjadi Poltek KP pada 4 Juli lalu. Penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan KKP lebih ditekankan pada praktek keahlian dibandingkan teori yang tercermin pada kurikulum dengan komposisi terdiri dari 40% teori dan 60% praktek bagi pendidikan tinggi serta 30% teori dan 70% praktek bagi pendidikan menengah. Pendidikan vokasi ini dilakukan dengan pendekatan Teaching Factory (TEFA), sehingga memungkinkan para taruna memiliki kompetensi sebagaimana sistem produksi layaknya di dunia industri. Sistem perekrutan peserta didik menggunakan persentase 40% anak pelaku utama, 40% masyarakat umum, dan 20% kerja sama dengan instansi terkait.

“Pendidikan yang dilaksanakan pada satuan pendidikan KKP bersendikan empat pilar utama, yakni learning to know, to do, to live together, dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter kebangsaan, sebagaimana manusia yang cerdas dan berkepribadian unggul yang siap menyongsong persaingan global,” ujar Suseno, dalam sambutannya, yang dikutip, Minggu.

Ia menambahkan, arah pendidikan vokasi pada satuan pendidikan di KKP adalah pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan karakter (character building). Dengan berbekal pada kompetensi keahlian dan karakter yang kuat, para taruna dapat menjadi tenaga kerja yang profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri perikanan nasional.

Untuk pembentukan karakter, mental, dan kedisiplinan, calon taruna Poltek KP Sidoarjo wajib mengikuti Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran yang ditangani langsung oleh tim pelatih profesional dari Pusat Pendidikan dan Latihan Militer–TNI Angkatan Laut, Masa Pengenalan Akademik dan Kehidupan Kampus (MPAK), serta Masa Basis selama 3 Bulan.

Pada Tahun Akademik 2014/2015 ini, Poltek KP Sidoarjo menerima calon taruna melalui pola dan sistem yang dituangkan dalam bentuk ujian masuk yang telah melaksanakan seleksi dan menerima taruna baru sebanyak 150 orang. Mereka terbagi atas beberapa kelompok, yaitu jalur umum 52%, jalur khusus satu (lulusan terbaik Sekolah Usaha Perikanan Menengah) 1%, jalur khusus dua (putra pelaku utama perikanan) 40%, serta program kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Putra/Putri daerah Kab. Pemekaran) sebanyak 7%.

Jumlah Calon Taruna yang akan dilantik pada acara ini berjumlah 151 orang dengan minat Program Studi (Prodi) Teknologi Budidaya Perikanan 41 Orang, Prodi Teknik Penanganan Patologi Perikanan 35 orang, Prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 40 orang, dan Prodi Agribisnis Perikanan 35 orang. Dalam acara pelantikan dilakukan demonstrasi Pasukan Baris-Berbaris tanpa aba–aba, beladiri tanpa komando, serta display Drum Band Githa Pathi Bahari Taruna Poltek KP Sidoarjo. Acara ini dihadiri oleh orang tua taruna, dosen, mitra kerjasama Poltek KP Sidoarjo, dan undangan lainnya.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke TEFA budidaya air tawar untuk panen ikan lele, panen ikan patin, penebaran bibit ikan patin, panen padi di minapadi kolam dalam dilanjutkan dengan peresmian rintisan kawasan Eduminawisata (pendidikan dan wisata perikanan air tawar secara terpadu) yang berada di dalam lingkungan Kampus Poltek KP Sidoarjo. Rintisan kawasan Eduminawisata mengintegrasikan entitas kegiatan pendidikan, produksi, pemasaran (minafood), dan kegiatan wisata perikanan air tawar berbasis blue economy dalam satu kawasan yang kecil, ramah lingkungan dan bebas limbah (zero waste), karena sistem pengelolaan dan pemanfaatan air dilakukan secara closed system.

Dalam kondisi eksisting, secara bertahap telah dilakukan penataan kawasan yang ada dan rencana pengembangan ke depan secara terintegrasi dengan fasilitas edukasi budidaya lele (sistem budidaya lele dengan pengelolaan limbah-NWMS, sistem semi bioflock, dan sistem resirkulasi), edukasi budidaya ikan air tawar, edukasi budidaya minapadi kolam dalam, edukasi wirausaha dan wisata kolam pemancingan ikan air tawar, wisata kuliner berbahan baku ikan air tawar (edukasi pengolahan), serta informasi dan sosialisasi kelautan dan perikanan melalui perpustakaan mini yang dilengkapi dengan wifi zone. Kawasan Eduminawisata ini selain dimanfaatkan oleh taruna sebagai sarana pembelajaran berbasis TEFA dengan konsep blue economy, juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas baik di sekitar lingkungan kampus maupun institusi/instansi yang melakukan kunjungan ke kampus Poltek KP Sidoarjo. Dalam pengembangan kawasan Eduminawisata ini akan dilakukan kerjasama dengan berbagai stakeholders yang konsen terhadap pengembangan kawasan pendidikan dan wisata perikanan air tawar.

BERITA TERKAIT

Desainer Muda Dipacu Jadi Pelaku Usaha Rintisan Sektor Fesyen - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam melaksanakan Modest Fashion…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Transformasi, Blue Bird Luncurkan Logo Baru

Memasuki hari jadi ke-46 yang jatuh pada Mei lalu, PT Blue Bird Tbk (BIRD) meluncurkan logo baru perusahaan seiring dengan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…