Pancasila, Pondasi Dasar Pembangunan Karakter

Oleh: Ratnasari Iswara, Pemerhati masalah Kebangsaan, aktif pada Kajian Kebangsaan untuk Indonesia Berdaulat dan Sejahtera

Senin, 13/10/2014
Indonesia merdeka sejak 17 Agustus 1945 dengan berdasarkan Pancasila sebagai jiwa dan raga bangsa Indonesia. Pancasila dikemukakan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945 untuk dijadikan dasar Negara Bagi Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Sidang BPUPKI telah menerima secara bulat Pancasila sebagai dasar Negara yang kemudian dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 diresmikan tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV. Undang-undang yang menjadi sumber ketatanegaraan dan semua peraturan perundang-undangan haruslah sejiwa dengan pancasila. Isi dan tujuan dari peraturan perundang-undangan RI tidak boleh menyimpang dari jiwa pancasila (Ign Gatut Saksono,2007 :35).

Dalam perjalanannya, sebagai warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, perlu mengetahui tentang arah dan tujuan bangsa Indonesia. Dipoyudo (1979:30) menjelaskan “Negara Pancasila adalah negara yang didirikan, dipertahankan, dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak asasi semua warga bangsa Indonesia agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, memajukan kesejahteraan umum dan mecerdaskan bangsa”.

Pancasila merupakan ideologi yang dapat berkembang di semua zaman dan tidak membatasi masyarakatnya. Pancasila dianggap sebagai ideologi suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia, sama halnya dengan falsafah bagi Negara tercinta ini. Falsafah negara tidak pernah membelenggu kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan justru memberi peluang untuk memperkembangkan masyarakatnya (Magnis Suseno, 1994).

Selain itu, Pancasila merupakan jiwa seluruh bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke. Berbagai suku yang berada dalam satu ideologi untuk satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia maka pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideolagi-ideologi lain di dunia, namun pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) pancasila (Kaelan, 2008).

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa - bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk. Kewarganegaraan. 2005).

Dalam perkembangan zaman yang semakin modern dan memasuki era gloablisasi dimana tidak ada jarak yang berarti antara suatu Negara dengan Negara lain, ideologi suatu bangsa rentan hilang atau tercampur dengan Negara lain. Hal tersebut berpotensi hilangnya nilai-nilai budaya dan nasionalisme yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia.

Dalam kaitannya dengan globalisasi, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang sudah ditentukan oleh para pendiri negara ini haruslah menjadi sebuah acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tantangan dalam era globalisasi dapat menjadi suatu ancaman dalam eksistensi kepribadian bangsa sehingga secara tidak langsung memaksa seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menajaga jati dirinya. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan pancasila sebagai dasar Negara dan dasar kehidupan setiap warga negara Indonesia.

Dalam era keterbukaan yang disebut globalisasi, tidak mungkin suatu masyarakat menutup diri dengan mengabaikan segala hal yang berada diluar. Masyarakat harus mampu menyaring setiap informasi atau apapun yang bukan merupakan jiwa bangsa Indonesia. Namun demikian, bangsa ini harus berlaku cerdas dan professional dalam menanggapi arus globalisasi. Tentunya semua itu dapat terwujud dengan memegang teguh prinsip pancasila sebagai dasar Negara dan jiwa dari bangsa Indonesia sehingaa eksistensi dan jatidiri bangsa Indonesia tetap terjaga.

Untuk itu tidak ada pilihan bahwa Pancasila harus merupakan pondasi dasar dalam pembangunan karakter bangsa, untuk menghadapi segala arus besar diera globalisasi ini sehingga segala bentuk ekses negatif dapat kita cegah dengan kuatnya karakter bangsa. Dan terakhir Pancasila akan tetap menjamin sistem demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat yang selalu mengedepankan kearifan lokal sebagai kekuatan budaya bangsa. (haluankepri.com)