Golden Energy Tambah Cadangan Batu Bara

Senin, 13/10/2014

Meskipun harga batu bara belum pulih, tidak membuat ekspansi bisnis PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) tertunda. Sebaliknya, tahun ini perseroan menambah sumber daya dan cadangan batu bara dari area konsesi anak perusahaannya, PT Triaryani (TRI).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, penambahan ini diperoleh melalui kegiatan eksplorasi tambahan di Blok Betung, wilayah konsesi TRI yang belum pernah dieksplorasi selama ini. Dari laporan konsultan independen, tambahan sumber daya dari area Blok Betung diperkirakan mencapai 21 juta ton dengan cadangan batu bara sebesar 15 juta ton.

Corporate Secretary PT Golden Eagle Energy Tbk, Chrismasari Sudono mengatakan, dengan penambahan tersebut, TRI diperkirakan memiliki sumber daya batu bara 405 juta ton dengan cadangan batu bara mencapai 257 juta ton.

Menurutnya, semua perhitungan tersebut sudah sesuai standar Joint Ore Reserves Committee of the Australasian Institute of Mining and Metallurgy (JORC). Batu bara TRI sendiri, lanjut dia, memiliki kandungan abu dan sulfur yang rendah, sehingga batu bara yang diproduksi lebih ramah lingkungan.

Chrismasari optimis, anak usahanya ini akan memiliki prospek bisnis menjanjikan di masa depan. Dimana TRI telah melakukan penambangan sejak akhir 2013,”Kami berharap mulai tahun ini TRI dapat berproduksi secara komersial serta melakukan penjualan," ujarnya.

Sekadar informasi, SMMT yang termasuk dalam salah satu lini bisnis dari kelompok usaha Rajawali Corpora, memiliki aset tambang batu bara melalui dua entitas anak usahanya. Dua anak usaha tersebut yakni, PT Internasional Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRI). Wilayah konsesi IPC berada di Kalimantan Timur, dan wilayah konsesi TRI berada di Sumatera Selatan. (bani)