Saham Multifiling Dalam Pengawasan BEI

Imbas dari meningkatnya pergerakan harga saham PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) di luar kewajaran di banding priode sebelumnya atau unusual market activity (UMA), kini saham perseroan masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham MFMI tersebut, pihak BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham.

Irvan meminta kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan yang belum mendapatkan RUPS,”Pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,"ungkapnya.

Akhir pekan kemarin, saham MFMI pada pukul 15.00 WIB di level Rp 425 per saham. Angka ini naik 85 poin atau 25%. Sementara, pada 8 Oktober 2014 saham MFMI masih berada di posisi Rp 310 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham MINA Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang tidak wajar, perdagangan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masuk dalam pengawasan PT Bursa…

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

Milad BEI Ke-26, Raga Sehat Investasi Kuat

Dalam rangka menyabut hari jadi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ke-26 dan juga dukungan terhadap Asian Games 2018 yang bakal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…