Inflasi DKI Ditargetkan 4,5% di 2014

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Nyoto Widodo mengatakan, pihaknya menargetkan inflasi DKI akan mencapai 4,5% pada akhir 2014 sesuai dengan harapan pemerintah. "Saya perkirakan akan mencapai target sesuai target dari pemerintah," katanya di Jakarta, kemarin.

Nyoto menambahkan, pemerintah secara nasional mempunyai target inflasi sebesar 4,5 plus minus satu persen. Sedangkan DKI Jakarta, menurut dia, inflasinya baru mencapai 4,12% atau masih di bawah target. "Kita masih punya Natal, tahun baru, dan hari libur, masih aman serta masih terkendali," tambahnya.

Namun begitu, ada tiga hal yang dapat mempengaruhi penurunan inflasi di DKI Jakarta. Ketiga hal tersebut yakni, inflasi karena peningkatan permintaan, inflasi didorong oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait kenaikan biaya produksi dan inflasi yang disebabkan penurunan nilai rupiah.

Nyoto menjelaskan, jika dihitung dari Agustus, inflasi pada bulan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan September. "Bulan Agustus mencapai angka 0,49%, sedangkan September turun menjadi 0,16%," katanya. Hal tersebut, lanjut Nyoto, karena Agustus merupakan bulan keagamaan umat muslim.

Dia menambahkan sampai saat ini, yang paling mempengaruhi perkembangan inflasi di DKI adalah harga jual gas elpiji. "Dari sekian banyak komoditas yang pengaruhi inflasi, salah satunya yang paling mempengaruhi adalah penjualan gas elpiji," tukasnya. [ardi]