Pengusaha Muda Harus Aktif di Pasar Modal

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak para pengusaha muda untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia minimal dengan menanamkan uangnya di bursa. Terkait hal itu, BEI melakukan kegiatan sosialisasi kepada anggota Entrepreneurs Organization Indonesia (Eoid) atau oganisasi pengusaha Indonesia.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan bahwa dalam kegiatan ini pihak bursa akan memberikan pemahaman terkait pentingnya pencatatan saham perdana lewat mekanisme initial public offering (IPO) di bursa,”Dalam acara ini, kita akan mempresentasikan pentingnya IPO kepada mereka," katanya di Jakarta, kemaarin.

Menurut Ito, hal tersebut akan memiliki efek jangka panjang. BEI tidak memaksa para pengusaha berpartisipasi ke BEI pada tahun ini atau pun tahun depan."Paling tidak ke depan mereka dapat memanfaatkan pasar modal sebagai ladang investasi maupun sumber pendanaan jangka panjang," jelasnya.

Hal ini disebabkan, lanjut Ito, para pengusaha muda masih minim pengetahuan tentang pasar modal. Meski demikian, mereka memiliki potensi untuk terjun ke dalam pasar modal."Mereka merupakan pengusaha yang mempunyai uang lebih untuk diinvestasikan di pasar modal," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Dharmansyah Hadad pernah bilang, guna mendalami pasar modal, pihaknya mengajak produsen atau pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan pasar modal guna mendanai ekspansi bisnis dan tidak hanya menggantungkan permodalan dari perbankan.

Dia mengatakan nilainya pun masih terbilang kecil yakni sekitar Rp 12,5 triliun atau sekitar 1 persen dari total kredit perbankan. Dia menambahkan, jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal pun juga terhitung mini,”Masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun,”paparnya.

Maka guna meningkatkan jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal, Muliaman mengajak pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan pasar modal. Pasalnya, pelaku bisnis sektor perikanan dan kelautan memiliki peluang untuk memanfaatkan sumber pendanaan lain selain dari perbankan, seperti pasar modal, “Saat ini masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun yang baru memanfaatkan pasar modal dari sektor kelautan dan perikanan,”ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan dana dari penerbitan surat utang. Dia bilang surat utang pun terbagi menjadi beberapa macam, dari konvensional sampai surat utang syariah atau sukuk.

Sementara, pihaknya mengaku pinjaman modal dari sektor perbankan masih terhitung kecil. Pinjaman itu pun sudah digunakan untuk membiayai segala perlengkapan meliputi biota laut, kapal, sampai storage."Pinjaman sekitar Rp 12,5 triliun. Kurang dari 1% kredit perbankan," tuturnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Kading Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menyampaikan optimismenya bila bisnis sektor kelautan dan perikanan menggiurkan terlihat dari keinginan investor asing yang ingin menancapkan modalnya di Indonesia,”Sebenarnya banyak yang investasi seperti Thailand,"ungkapnya. (bani)