Pengusaha Muda Harus Aktif di Pasar Modal

NERACA

Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak para pengusaha muda untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia minimal dengan menanamkan uangnya di bursa. Terkait hal itu, BEI melakukan kegiatan sosialisasi kepada anggota Entrepreneurs Organization Indonesia (Eoid) atau oganisasi pengusaha Indonesia.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan bahwa dalam kegiatan ini pihak bursa akan memberikan pemahaman terkait pentingnya pencatatan saham perdana lewat mekanisme initial public offering (IPO) di bursa,”Dalam acara ini, kita akan mempresentasikan pentingnya IPO kepada mereka," katanya di Jakarta, kemaarin.

Menurut Ito, hal tersebut akan memiliki efek jangka panjang. BEI tidak memaksa para pengusaha berpartisipasi ke BEI pada tahun ini atau pun tahun depan."Paling tidak ke depan mereka dapat memanfaatkan pasar modal sebagai ladang investasi maupun sumber pendanaan jangka panjang," jelasnya.

Hal ini disebabkan, lanjut Ito, para pengusaha muda masih minim pengetahuan tentang pasar modal. Meski demikian, mereka memiliki potensi untuk terjun ke dalam pasar modal."Mereka merupakan pengusaha yang mempunyai uang lebih untuk diinvestasikan di pasar modal," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Dharmansyah Hadad pernah bilang, guna mendalami pasar modal, pihaknya mengajak produsen atau pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan pasar modal guna mendanai ekspansi bisnis dan tidak hanya menggantungkan permodalan dari perbankan.

Dia mengatakan nilainya pun masih terbilang kecil yakni sekitar Rp 12,5 triliun atau sekitar 1 persen dari total kredit perbankan. Dia menambahkan, jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal pun juga terhitung mini,”Masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun,”paparnya.

Maka guna meningkatkan jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal, Muliaman mengajak pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan pasar modal. Pasalnya, pelaku bisnis sektor perikanan dan kelautan memiliki peluang untuk memanfaatkan sumber pendanaan lain selain dari perbankan, seperti pasar modal, “Saat ini masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun yang baru memanfaatkan pasar modal dari sektor kelautan dan perikanan,”ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan dana dari penerbitan surat utang. Dia bilang surat utang pun terbagi menjadi beberapa macam, dari konvensional sampai surat utang syariah atau sukuk.

Sementara, pihaknya mengaku pinjaman modal dari sektor perbankan masih terhitung kecil. Pinjaman itu pun sudah digunakan untuk membiayai segala perlengkapan meliputi biota laut, kapal, sampai storage."Pinjaman sekitar Rp 12,5 triliun. Kurang dari 1% kredit perbankan," tuturnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Kading Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menyampaikan optimismenya bila bisnis sektor kelautan dan perikanan menggiurkan terlihat dari keinginan investor asing yang ingin menancapkan modalnya di Indonesia,”Sebenarnya banyak yang investasi seperti Thailand,"ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Desainer Muda Dipacu Jadi Pelaku Usaha Rintisan Sektor Fesyen - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam melaksanakan Modest Fashion…

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sunandar Resmi Jadi Dirut Baru KPEI

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merombak jajaran direksi. Dimana para pemegang…

Indo Straits Raih Kontrak Baru Rp 121 Miliar

Belum lama ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk…

PNRI Terbitkan MTN Rp 145 Miliar

Guna menunjang pengembangan bisnisnya, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN)…