Tingkatkan Penjualan, APP Kantungi Seritifikasi LEI

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Bogor – Guna menciptakan keberlangsungan alam dan bisnis usaha, produsen kayu dan turunananya dituntut untuk ramah lingkungan dan termasuk memenuhi standar sertifikasi yang ditentukan pemerintah dan termasuk sertifikasi voluntary.

Executive Director Lembaga Ekolabel Indonesia, Alan Purbawiyatna mengatakan, dengan banyaknya produsen kayu yang telah memenuhi sertifikasi tentunya telah mendukung keberlanjutan alam dan sosial ekonomi, sehingga diyakini mampu meningkatkan nilai lebih terhadap produk yang dihasilkan, “Banyak keuntungan dengan sertifikasi produk yang dilakukan, seperti meningkatkan penjualan di pasaran,”ujarnya di Bogor, Kamis (9/10).

Guna mendukung pertumbuhan bisnis kayu yang lebih ramah lingkungan, LEI telah mengembangkan beberapa sistem sertifikasi ekolabel, diantaranya sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari (PHBML), sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan tanaman lestari (PHTL), sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan alam produksi lestari (PHAPL) dan sertifikasi lacak balak untuk penelusuran asal usul kayu.

Seluruh sertifikasi ini mendukung pelaksanaan pengelolaan hutan lestari dan legalitas sumber kayu. Logo sertifikasi lacak balak LEI banyak digunakan oleh pelaku industri kehutanan Indonesia untuk membangun kepercayaan pembeli akan legalitas asal usul kayu dan produk yang dikelola secara lestari. Salah satu keunggulan sertifikasi LEI adalah pemegang sertifikasi berpeluang tinggi untuk memasuki pasar Internasional dikarenakan permintaan atas produk yang dikelola dari sumber yang lestari di pasar dunia. Salah satu negara yang membutuhkan sertifikasi LEI adalah Jepang

Sertifikasi LEI ditargetkan dapat dimanfaatkan sebagai market assurance dalam merespon global demand mengenai produk – produk berbasis kayu yang ramah lingkungan dan dikelola secara lestari. Hingga 2014, di Indonesia telah dihasilkan 1.740.699 hektar hutan tanaman yang tersertifikasi LEI.

Sementara PT Wirakarya Sakti, salah satu pemasok kayu pulp untuk Asia Pulp & Paper Group (APP), merupakan pengelola hutan tanaman dengan lahan tersertifikasi PHTL LEI yang terluas di Indonesia, seluas hampir 300.000 hektar di propinsi Jambi.

Aida Greenbury, Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP menyatakan, APP telah mendukung pengembangan sistem sertifikasi LEI sejak awal masa didirikannya LEI, untuk mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari di Indonesia yang bersesuaian dengan hukum dan peraturan nasional,”Revisi baru dalam standar PHTL LEI ini juga selaras dengan komitmen Kebijakan Konservasi Hutan kami dalam meniadakan konversi hutan alam dalam seluruh rantai pasokan kami.”ungkapnya. (bani)