Tingkatkan Penjualan, APP Kantungi Seritifikasi LEI

NERACA

Bogor – Guna menciptakan keberlangsungan alam dan bisnis usaha, produsen kayu dan turunananya dituntut untuk ramah lingkungan dan termasuk memenuhi standar sertifikasi yang ditentukan pemerintah dan termasuk sertifikasi voluntary.

Executive Director Lembaga Ekolabel Indonesia, Alan Purbawiyatna mengatakan, dengan banyaknya produsen kayu yang telah memenuhi sertifikasi tentunya telah mendukung keberlanjutan alam dan sosial ekonomi, sehingga diyakini mampu meningkatkan nilai lebih terhadap produk yang dihasilkan, “Banyak keuntungan dengan sertifikasi produk yang dilakukan, seperti meningkatkan penjualan di pasaran,”ujarnya di Bogor, Kamis (9/10).

Guna mendukung pertumbuhan bisnis kayu yang lebih ramah lingkungan, LEI telah mengembangkan beberapa sistem sertifikasi ekolabel, diantaranya sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari (PHBML), sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan tanaman lestari (PHTL), sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan alam produksi lestari (PHAPL) dan sertifikasi lacak balak untuk penelusuran asal usul kayu.

Seluruh sertifikasi ini mendukung pelaksanaan pengelolaan hutan lestari dan legalitas sumber kayu. Logo sertifikasi lacak balak LEI banyak digunakan oleh pelaku industri kehutanan Indonesia untuk membangun kepercayaan pembeli akan legalitas asal usul kayu dan produk yang dikelola secara lestari. Salah satu keunggulan sertifikasi LEI adalah pemegang sertifikasi berpeluang tinggi untuk memasuki pasar Internasional dikarenakan permintaan atas produk yang dikelola dari sumber yang lestari di pasar dunia. Salah satu negara yang membutuhkan sertifikasi LEI adalah Jepang

Sertifikasi LEI ditargetkan dapat dimanfaatkan sebagai market assurance dalam merespon global demand mengenai produk – produk berbasis kayu yang ramah lingkungan dan dikelola secara lestari. Hingga 2014, di Indonesia telah dihasilkan 1.740.699 hektar hutan tanaman yang tersertifikasi LEI.

Sementara PT Wirakarya Sakti, salah satu pemasok kayu pulp untuk Asia Pulp & Paper Group (APP), merupakan pengelola hutan tanaman dengan lahan tersertifikasi PHTL LEI yang terluas di Indonesia, seluas hampir 300.000 hektar di propinsi Jambi.

Aida Greenbury, Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP menyatakan, APP telah mendukung pengembangan sistem sertifikasi LEI sejak awal masa didirikannya LEI, untuk mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari di Indonesia yang bersesuaian dengan hukum dan peraturan nasional,”Revisi baru dalam standar PHTL LEI ini juga selaras dengan komitmen Kebijakan Konservasi Hutan kami dalam meniadakan konversi hutan alam dalam seluruh rantai pasokan kami.”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…