Penerapan SNI Perkuat Daya Saing Industri Rumput Laut

NERACA

Jakarta – Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) kemarin menyelenggarakan seminar di Makassar dalam rangka mensosialisasikan 6 Rancangan SNI (RSNI) Rumput Laut dan 6 SNI rumput laut yang telah ditetapkankepada pelaku usaha rumput laut dan stakeholder, mengkaji apakah RSNI tersebut sudah aplikabel untuk diterapkan apabila nantinya ditetapkan menjadi SNI oleh BSN, serta untuk melihat bagaimana kesiapan industri rumput laut menerapkan SNI baik secara sukarela maupun wajib.

“6 SNI produk rumput laut yang telah ditetapkan tersebut yaitu agar-agar tepung, rumput laut kering, agar-agar kertas, semi-refined carrageenan, dodol rumput laut, dan penentuan rendemen (yield) karaginan. Sedangkan 6 RSNI yang sedang disusun oleh Panitia Teknis 65-05: Produk Perikanan dan akan ditetapkan olehBSN adalah Alkali Treated Seaweed Chips (ATSC), revisi rumput laut kering, revisi agar-agar tepung, penentuan impurities pada rumput laut, penentuan kadar air dan penentuan Clean Anhydrous Weed (CAW) pada rumput laut,” kata Dirjen P2HP Saut Hutagalung dalam keterangan pers yang dikutip Neraca, Kamis (9/10).

Indonesia sekarang ini merupakan eksportir rumput laut terbesar di dunia dan terpenting di Asia. Pasar ekspor rumput laut Indonesia, mayoritas adalah di ekspor ke Cina yang hampir mencapai 77%, selanjutnya diikuti Filipina, dan Chili. Sehingga dari data volume ekspor rumput laut tahun 2013 yang mencapai 182.000 ton dengan nilai sebesar 209,5 juta dollar AS atau meningkat 17,8% darinilaieksportahun 2012,maka kita bisa melihat besarnya kuantitas ekspor rumput laut Indonesia ke China.

“Untuk tahun 2014 ini, kemungkinan nilai total ekspor rumput laut Indonesia akan lebih meningkat. Oleh karena itu tahun ini, KKP akan mendorong beberapa industri rumput laut untuk dapat menembus pasar Eropa melalui mitra kerjasama dengan importir rumput laut Eropa,” jelas Saut.

BERITA TERKAIT

Penerapan BBM Satu Harga Tinggal 14 Titik

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat Program BBM Satu…

LPSK Gandeng Lemsaneg Perkuat Teknologi Informasi

LPSK Gandeng Lemsaneg Perkuat Teknologi Informasi NERACA Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjalin kerja sama dengan Lembaga…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…