Hipmi Jaya Berharap Ahok Perkuat Industri Kreatif

NERACA

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, secara otomatis menggantikan Presiden Terpilih Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta berharap agar pria yang akrab disapa Ahok ini fokus memperkuat industri kreatif dan jasa di DKI Jakarta.

“Harapan kita Pak Ahok perkuat industri kreatif,” jelas Ketua Umum BPD Hipmi Jaya, Iskandarsyah Ramadhan Datau di Jakarta, Kamis (9/10). Dia mengatakan, DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kreatif dan jasa. Namun roadmap dan insentif pengembangan industri ini di ibu kota belum jelas.

“Masalah lahan yang semakin sempit dan mahal, membuat industri kreatif dan jasa lebih tepat untuk berkembang di Jakarta,” ujarnya. Rama mengatakan tak hanya bagi DKI, kontribusi industri kreatif bagi perekonomian nasional sangat besar. “Tahun lalu industri kreatif mampu menyumbang bagi PDB (produk domestik bruto) sebesar 7,29% senilai Rp 486,1 triliun. Masih besar ruang yang dapat dikembangkan di industri ini,” tambah dia.

Rama menambahkan, tingginya potensi pertumbuhan industri kreatif di Jakarta ditandai dengan mulai berkantornya media-media online dan sosial kelas dunia di Jakarta seperti Facebook dan Google. Hipmi percaya Ahok mampu membawa DKI Jakarta menjadi kota yang berdaya saing tinggi di industri kreatif. “Dengan profil Ahok, kita optimistis beliau mampu mengembangkan industri kreatif di DKI,” paparnya.

Pemerintah berencana mempercepat pengembangan industri kreatif nasional hingga mampu berkontribusi sedikitnya delapan persen terhadap PDB Indonesia. Bukan itu saja, peran industri kreatif sangat vital bagi penyerapan tenaga kerja. Saat ini, jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 8,6 juta atau 7,9% dari total tenaga kerja.

Di sisi lain, Rama menilai DKI Jakarta tidak kompetitif lagi bagi industri manufaktur, sehingga perlu dipikirkan untuk direlokasi ke daerah-daerah yang lebih kompetitif. “Kemacetan, lahan yang menyempit, serta tingginya UMP (Upah Minimum Provinsi) menjadi alasan yang kuat agar pabrik-pabrik dapat direlokasi ke luar ibu kota,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 94,58 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) bakal membagikan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jadi Temuan BPK Bila Pemda Tak Cairkan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang tidak menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) maupun…

PPATK Keluarkan Surat Edaran Tentang Gratifikasi

      NERACA   Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengeluarkan Surat…

Produksi Avtur Kilang Cilacap Meningkat

  NERACA   Jakarta - Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa…