One Asia Resources Telan Dana US$ 150 Juta

Garap Tambang Emas Gunung Pani

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Jakarta- Perusahaam tambang asal Australia, One Asia Resources Limited menyatakan kesiapannya untuk melakukan eksploitasi tambang emas Gunung Pani, di Kabupaten Pohuwato, Propinsi Gorontalo dengan nilai investasi sebesar US$ 150 juta. Nanti dalam eksploitasi tambang emas terserbut, perseroan akan menggandeng KUD Dharma Tani Marisa sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP) Gunung Pani,”Dari hasil eksplorasi yang telah kita lakukan sejak 2010, tambang emas Gunung Pani sangat atraktif dan feasible untuk dikembangkan ke tahap eksploitasi,”kata Chief Executive Officer (CEO) One Asia Resources (OAR) Adrian Rollke dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/10).

Asal tahu saja, kerja sama OAR dengan KUD Dharma Tani sudah dimulai pada tahun 2009 dan dikukuhkan lewat kerja sama eksplorasi di lapangan pertengahan 2012. Kata Adrian, kini pihaknya berharap persetujuan prinsip untuk melakukan tahapan konstruksi menuju ke eksploitasi dapat segera keluar sehingga OAR bisa melakukan pekerjaan konstruksi di lapangan. “Kita akan ikuti seluruh prosedur yang ada untuk bisa melakukan penambangan emas di Gunung Pani,”ujarnya.

Adrian menyebutkan bahwa OAR telah memperoleh komitmen pinjaman dari Macquarie Bank Limited Australia senilai US$ 150 juta, (sekitar Rp 1,8 triliun dengan kurs Rp 12.000 per dollar AS) untuk melakukan eksploitasi tambang emas di Gunung Pani. Rencananya, penambangan akan dimulai dengan skala kecil dan akan terus ditingkatkan sampai pada tahap produksi ideal di 150.000 ounce emas per tahun.

Menurutnya, sambil menunggu terbitnya perizinan untuk melakukan tahapan konstruksi penambangan, OAR menjalin berbagai kemitraan strategis dengan KUD, sehingga bisa memberikan manfaat bagi seluruh anggota KUD.“Kita komit untuk membantu koperasi bisa lebih maju dan berkembang sehingga berkontribusi dalam peningkatan taraf hidup anggotanya,”tuturnya.

Sejumlah kerja sama telah dilakukan dalam penyediaan fasilitas yang mendukung warga Gunung Pani. “Kini kita masih menunggu masukan dari KUD untuk kerja sama pengembangan lahan Jagung dan budidaya ikan air laut,” katanya.

Selain menunggu program-program yang diajukan koperasi, OAR juga melakukan inisiatif pengembangan anggota koperasi. “Banyak program yang melibatkan penduduk Pohuwato telah kita lakukan. Ke depan program akan leih banyak lagi bisa izin tahapan konstruksi bisa segera terwujud,”ungkapnya.

Kemudian soal kapan tahapan kontruksi bisa dimulai, sehingga penambangan bisa dilakukan, menurut Adrian, pihaknya sudah sangat siap melakukan tahapan selanjutnya dari penambangan yang dilakukan. Pasalnya, semakin cepat izin penambangan keluar semakin baik.

Sebagai informasi, One Asia Resources Limited menargetkan kapasitas hasil produksi emas dari penambangan di Gunung Pani, Gorontalo nantinya berkisar antara 300-350 ribu ons per tahun. Saat ini, perseroan masih dalam proses melengkapi dokumen studi kelayakan dan amdal. Nantinya, kegiatan eksplorasi mulai berproduksi pada tahun 2016. (bani)