Dana IPO Bank BJB Terserap Rp 1,37 Triliun

Jumat, 10/10/2014

Hingga akhir September 2014, PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) telah menyerap dana dari pelepasan saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp1,37 triliun. Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/10) disebutkan, perseroan telah menyerap dana IPO mencapai 96% atau setara Rp1,37 triliun dari total perolehan dana IPO pada 8 Juli 2010 lalu mencapai Rp1,43 triliun.

Berdasarkan prospektus, BJBR berencana menggunakan dana IPO untuk ekspansi kredit sebesar Rp1,14 triliun, ekspansi jaringan kantor senilai Rp142,94 miliar dan ekspansi teknologi informasi sekitar Rp142,94 miliar. Sedangkan realisi hingga akhir September 2014, perseroan telah menggunakan dana IPO untuk ekspansi kredit sebesar Rp1,14 triliun, ekspansi jaringan kantor senilai Rp142,94 miliar dan ekspansi teknologi informasi sekitar Rp89,04 miliar.

Dengan demikian, hingga saat ini Bank Jabar Banten masih memiliki sisa dana IPO senilai Rp53,903 miliar. Sisa dana IPO tersebut, saat ini berada di rekening Bank Indonesia dalam transaksi reverse repo dengan suku bunga 6,16% dan tenor 28 hari.

Asal tahu saja, semester pertama tahun ini, perseroan membukukan laba sebesar Rp 478 miliar. Dimana angka ini turun 36% dibandingkan priode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp 747 miliar,”Walaupun dalam triwulan II-2014 ini terdapat beberapa aspek yang berada di bawah target level yang ditargetkan. Kami terus berupaya meningkatkan kinerja dan layanan perusahaan,” ujar Direktur Kepatuhan dan Manajemn Risiko Bank BJB, Zaenal Aripin.

Namun, lanjutnya, dari sisi aset, Bank BJB mengalami peningkatan hingga mencapai 7%. Adapun total aset Bank BJB triwulan II-2014 sebesar Rp78,6 triliun meningkat bila dibandingkan total aset di tahun lalu pada periode yang sama. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) di triwulan II-2014 ini mencapai Rp62,4 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 13,4% bila dibandingkan tahun lalu diperiode yang sama. (bani)