Pendapatan Link Net Tumbuh 28,7%

NERACA

Jakarta –Anak usaha First Media, PT Link Net Tbk (LINK) mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang delapan bulan pertama tahun ini sebesar Rp306 miliar atau 28,7% menjadi Rp1,37 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,07 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/10).

Dijelaskan, meningkatnya pendapatan perusahaan hingga akhir Agustus tahun ini dikontribusi dari pendapatan broadband yang bertambah menjadi Rp761,6 miliar dari Rp614 miliar. Selain itu, dari pendapatan TV kabel dari Rp341 miliar menjadi Rp509,9 miliar, penjualan iklan RpRp63,5 miliar atau turun dari Rp65,2 miliar, dan pendapatan lain-lain naik menjadi Rp45,7 miliar dari Rp37 miliar.

Meningkatnya pendapatan tersebut seiring dengan pengembangan yang dilakukan perusahaan di Jabodetabek, Surabaya dan sekitaranya. Per akhir Agustus, perseroan memiliki 1,34 juta pelanggan rute rumah (homes passed), 365.096 RGU broadband, dan 336.085 RGU TV kabel.

Adapun total belanja modal yang telah diserap perusahaan untuk pengembangan jaringan dan lainnya hingga delapan bulan ini mencapai Rp418,3 miliar. Naiknya pendapatan perseroan tersebut mendorong naiknya marjin keuntungan operasional perusahaan dari 37% menjadi 39,8%. Keuntungan operasional meningkat menjadi Rp546,6 miliar dari Rp394,6 miliar, sedangkan keuntungan periode tumbuh 51,7% menjadi Rp381,6 miliar dari Rp251,6 miliar.

Pada tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 1,035 triliun khusus untuk memperkuat jaringan kabelnya plus menyediakan peralatan pendukung, seperti set-top-box dan modem maupun decoder yang akan ditaruh di rumah pelanggan.

Kata Dicky Setiadi Moechtar, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Link Net, pihaknya optimistis alokasi belanja modal tadi bakal mampu menopang pencapaian target akuisisi para pelanggan baru.

Ditambahkan pula, di saat yang sama, Link Net juga tak lupa merambah wilayah baru, yakni Surabaya dan Bandung yang sangat potensial untuk digarap dalam waktu segera.

Link Net menginformasikan, bila semua rencana di atas dapat direalisasikan, maka sampai akhir medio Desember mendatang, total pendapatan yang dikumpulkan diperkirakan mencapai Rp 2 triliun, terlebih bila mengingat semakin meningkatnya kebutuhan terhadap layanan internet. Perlu diketahui, dalam operasionalnya, Link Net menawarkan tiga produk, yaitu FastNet (broadband internet and network), Homecable (cable television) serta Datacomm (data communication). (bani)

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Produksi Tumbuh Lampaui 17%, IKM Yogyakarta Juga Inovatif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar memacu produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional. Sektor yang menjadi…

GMF Bidik Pendapatan Rp 22 Miliar Pertahun - Kontrak Perawatan Pesawat Citilink

NERACA Jakarta - Jalin kerjasama antar anak usaha Garuda Indonesia Group, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dan PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…