Ekonomi Biru Jadi Solusi

Masa Depan Indonesia

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Jakarta - Indonesia dinilai perlu mengubah paradigma pembangunan nasional yang saat ini masih berorientasi ke wilayah darat (land base oriented) menjadi ke wilayah laut (marine based oriented). Hal ini tertuang dalam buku ‘Ekonomi Biru, Masa Depan Indonesia’ karya S. H. Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara, yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (7/10) lalu.

Menurut dia, konsep ekonomi biru (blue economy) adalah model ekonomi yang mendorong pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable). Selain itu konsep ini mengembangkan industrialisasi kelautan dan perikanan yang menekankan pada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan mendorong inovasi teknologi yang tidak merusak lingkungan.

Lebih lanjut Sarundajang menuturkan, persyaratan kunci mencapai kejayaan dalam pelaksanaan pembangunan berbasis kelautan (sea based oriented) setidaknya harus berpedoman pada lima prinsip, yaitu Ocean Blue Economy, Ocean Governance Policy, Ocean Environmental Policy, Ocean Maritime Cultural Policy, dan Ocean Maritime Security Policy. "Kelima prinsip ini harus diimplementasikan secara terpadu,' ujar Sarundajang.

Dengan potensi ekonomi, keanekaragaman hayati, dan budaya bahari Indonesia yang mencapai US$1,2 triliun per tahun, Sarundajang berharap ekonomi biru dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi. Matra laut harus mendapat perhatian lebih besar dalam program-program pembangunan nasional di masa mendatang.

Ekonomi biru adalah solusi tantangan perilaku ekonomi dunia yang cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan termasuk laut yang kini menjadi sasaran eksploitasi berikutnya setelah kekayaan alam di darat dikuras habis. "Saya juga berharap dengan letak geografis Indonesia di hamparan Samudera Pasifik, maka tentu tak berlebihan jika Indonesia suatu saat nanti akan mendapat julukan 'Penguasa Pasifik'," katanya berharap. [ardi]