25 Guru Asal Jepang Mengajar di Indonesia

Nihongo Partners

Sabtu, 11/10/2014

NERACA

Sebanyak 25 guru asal Jepang akan mengajar Bahasa Jepang di 28 sekolah menengah yang terdiri dari SMA dan SMK di Tanah Air. Ini merupakan program keberlanjutan dari acaraThe ASEAN-Japan Commemorative Summit Meetingdi Tokyo, Jepang, pada bulan Desember 2013. Pada saat itu Perdana Menteri Jepang Abe Shindo mengumumkan kebijakan baru tentang pertukaran budaya Asia yang dipusatkan di ASEAN. Kebijakan tersebut disebutWA Projectyang bertujuan agar negara-negara Asia saling mengenal.

“Program pengiriman Nihongo Partners merupakan kegiatan utama dariWA Projectyang dilaksanakan mulai bulan September 2014," ujar Direktur Japan Foundation, Ogawa Tadhasi

Indonesia merupakan negara peringkat kedua yang mempelajarai bahasa Jepang terbanyak di dunia. Indonesia pun mendapatkan pesertaNihongo Partnersterbanyak berjumlah 1950 orang dari 3000 orang yang akan dikirim ke negara-negara ASEAN bertahap dalam jangka waktu tujuh tahun.

"Saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia," tambah dia.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Achmad Jazidie, mengatakan Bahasa Jepang sangat penting dalam pergaulan global. Program ini memiliki banyak keuntungan, guru Jepang bisa belajar budaya lokal dan murid bisa berinteraksi dengan penutur asli.

Menurut Jazidie, 25 peserta programNihongo Partnersakan ditempatkan di SMA dan SMK di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. Dia berharap, para kepala sekolah dan guru yang menjadi tuan rumah dapat membantu menyukseskan program tersebut.

“Saya berharap kita bisa menjadi mitra yang baik untuk menunjukan kita sebagai bangsa yang beradab, bermartabat, ramah, dan baik kepada sesama,” tutur Jazidie.