Presiden Terpilih Dituntut Perkuat Daya Saing

NERACA

Jakarta - Ketua Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia, Bambang Ismawan mendesak, Presiden Terpilih Joko Widodo untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, agar mampu bersaing pada pasar Masyarakat Ekonomi Asena (MEA) 2015.

"Pemerintah harus lebih serius menanggani permasalahan usaha mikro ini, misalnya, keterbatasan modal usaha, manajemen pengelolaan usaha yang kurang dan keterbatasan pemasaran produk, agar usaha kerakyatan ini tetap menjadi penompang perekonomian masyarakat dan negara ini," katanya di Jakarta, Rabu (8/10).

Dia menjelaskan, saat ini, jumlah usaha mikro mencapai 55.856.176 unit atau 98,8% dalam menopang perekenomian masyarakat dan perekonomian Indonesia.

"Keberadaan usaha mikro sangat perlu diperhatikan karena jumlahnya sangat besar dan punya potensi berkembang cepat," papar Bambang.

Tetapi bila tidak diberdayakan, kata dia, tentu akan menyebabkan kemiskinan makin parah dan menjadi beban masyarakat.

"Bila diberdayakan secara tepat, usaha mikro akan naik kelas menjadi usaha kecil, dan bukan tidak mungkin kemudian berkembang menjadi usaha menengah," ujarnya.

Ia mengatakan, bidang usaha mikro ini diantaranya kegiatan primer dan sekunder meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pengrajin kecil, penjahit, produsen makanan kecil dan lainnya.

Selanjutnya, usaha mikro tersier seperti transportasi, kegiatan sewa menyewa baik rumah, tanah, maupun alat produksi. usaha mikro distribusi seperti pedagang di pasar, pedagang kelontong, pedagang kaki lima, penyalur dan agen, serta usaha sejenisnya dan kegiatan jasa lain seperti pengamen, penyemir sepatu, tukang cukur, montir, tukang sampah, juru potret jalanan, dan sebagainya. [agus]

Related posts