Sektor Keluatan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta –Guna mendekatkan pendalaman industri pasar modal sebagai alternatif pembiayaan selain perbankan, terus digalakkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan OJK bisa memastikan, kedepan tidak hanya perusahaan pembiayaan atau sektor lain bisa mengakses pasar modal. Tetapi, koperasi ataupun pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di sektor kelautan dan perikanan bisa memanfaatkan pasar modal.

Bahkan Wakil Ketua Umum Kading Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menyampaikan optimismenya bila bisnis sektor kelautan dan perikanan menggiurkan terlihat dari keinginan investor asing yang ingin menancapkan modalnya di Indonesia,”Sebenarnya banyak yang investasi seperti Thailand," kata dia di Jakarta, kemarin.

Bukan hanya itu, salah satu hal yang membuat usaha sektor industri perikanan dan kelautan menjadi incaran investor karena di Indonesia banyak terdapat unit pengolahan ikan (UPI),”Kita lihat, unit pengolahan UPI sampai 560 itu perusahaan menengah." ujarnya.

Meski begitu, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Dharmansyah Hadad mengaku saat ini masih banyak pengusaha sektor kelautan dan perikanan yang menggantungkan permodalan dari perbankan.

Dia mengatakan nilainya pun masih terbilang kecil yakni sekitar Rp 12,5 triliun atau sekitar 1 persen dari total kredit perbankan. Dia menambahkan, jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal pun juga terhitung mini,”Masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun,”paparnya.

Maka guna meningkatkan jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal, Muliaman mengajak pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan pasar modal. Pasalnya, pelaku bisnis sektor perikanan dan kelautan memiliki peluang untuk memanfaatkan sumber pendanaan lain selain dari perbankan, seperti pasar modal, “Saat ini masih sekitar 17 emiten, itu hanya Rp 9,2 triliun yang baru memanfaatkan pasar modal dari sektor kelautan dan perikanan,”ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan dana dari penerbitan surat utang. Dia bilang surat utang pun terbagi menjadi beberapa macam, dari konvensional sampai surat utang syariah atau sukuk.

Sementara, pihaknya mengaku pinjaman modal dari sektor perbankan masih terhitung kecil. Pinjaman itu pun sudah digunakan untuk membiayai segala perlengkapan meliputi biota laut, kapal, sampai storage."Pinjaman sekitar Rp 12,5 triliun. Kurang dari 1% kredit perbankan," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Alfa Energi Bidik Pasar Ekspor India - Perluas Penetrasi Pasar

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan penjualan, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) terus memperluas pasar ekspor batubara dan teranyar berencana membidik…

Astra "Kepincut" Bisnis Tol Trans Jawa - Miliki Potensi Trafik Lebih Besar

NERACA Jakarta – Dorongan pemerintah agar pihak swasta ikut andil dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah, rupanya menjadi daya tarik PT…

Lagi, GNA Group Luncurkan Golden Park3 Serpong - Minat Pasar Cukup Tinggi

NERACA Serpong- Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group melalui anak usahanya PT Graha Nuansa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…