Bangun Dua Hotel, PTPP Telan Dana Rp 100 Miliar

Kamis, 09/10/2014

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) di sektor properti terus agresif. Bahkan perseroan berencana membangun dua hotel baru di daerah Bengkulu dan Surabaya, “Sukses membangun hotel di Cawang dan Bandung dengan memanfaatkan tanah miliki perusahaan, kini kita bakal nambah hotel baru di tanah kita di Bengkulu dan Surabaya. Jadi kami tidak perlu beli tanah untuk bangun hotel,”kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo di Jakarta, Rabu (8/10).

Dirinya menjelaskan, lantaran pembangunan dua hotel baru memanfaatkan tanah milik perusahaan. Oleh karena itu, perseroan mengklaim bila investasi pembangunan hotel di Bengkulu dan Surabaya tidak memakan biaya besar dan hanya sekitar Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan, perseroan juga berencana membangun hotel baru di Yogyakarta dan Makassar. Namun karena beberapa hal, rencana tersebut ditunda, “Tadinya Yogja, tapi saya dengar disana ada puluhan orang yang sudah dapat izin bangun hotel tapi gak bangun-bangun hotelnya, jadi tertunda,”ungkapnya.

Sementara untuk di Makassar, perseroan menunda lantaran berbarengan dengan mendapatkan kontrak baru untuk membangun 9 hotel di Makassar. Asal tahu saja, guna memperkuat bisnis sekor properti, PTPP berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PTPP Properti pada tahun 2015, setelah sukses melakukan spin off pada tahun 2013.

Direktur Pengembangan Bisnis PTPP, Harry Nugroho pernah bilang, IPO PP Properti ditargetkan dapat menggalang dana segar dengan kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun,”PP Properti menargetkan dana Rp 1,5 triliun lewat rencana IPO,”ujarnya.

Harry menambahkan, IPO tersebut akan dilakukan pada awal kuartal pertama 2015 dan akan melepas 30% saham. Asal tahu saja, perseroan berharap dengan go public PTPP Properti bisa meningkatkan optimalisasi asset, meningkatkan kualitas pengembangan properti dan tentunya membuka struktur permodalan.

Disamping rencana pembangunan hotel baru, PTPP juga berencana anak usaha dengan PT Pelindo I dan PT Waskita Karya Tbk (WIKA). Perusahaan tersebut, akan berada di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Dimana komposisi kepemilikan saham awal dari pihak PTPP sebesar 30%, Pelindo I sebesar 55% dan Waskita Karya sebesar 15%.

Nantinya, kehadiran perusahaan patungan tersebut akan membangun pelabuhan pada tahun 2015. Saat ini, pelabuhan tersebut sudah masuk dalam tahap penyesuaian izin-izin terkait. Sepanjang tahun ini, PTPP menargetkan kontrak baru mencapai Rp 24 triliun dengan target akumulasi kontrak berjalan mencapai Rp 46 triliun. Hingga Agustus 2014, nilai kontrak baru perseroan mencapai Rp 10,95 triliun. (bani)