Bangun Dua Hotel, PTPP Telan Dana Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) di sektor properti terus agresif. Bahkan perseroan berencana membangun dua hotel baru di daerah Bengkulu dan Surabaya, “Sukses membangun hotel di Cawang dan Bandung dengan memanfaatkan tanah miliki perusahaan, kini kita bakal nambah hotel baru di tanah kita di Bengkulu dan Surabaya. Jadi kami tidak perlu beli tanah untuk bangun hotel,”kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo di Jakarta, Rabu (8/10).

Dirinya menjelaskan, lantaran pembangunan dua hotel baru memanfaatkan tanah milik perusahaan. Oleh karena itu, perseroan mengklaim bila investasi pembangunan hotel di Bengkulu dan Surabaya tidak memakan biaya besar dan hanya sekitar Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan, perseroan juga berencana membangun hotel baru di Yogyakarta dan Makassar. Namun karena beberapa hal, rencana tersebut ditunda, “Tadinya Yogja, tapi saya dengar disana ada puluhan orang yang sudah dapat izin bangun hotel tapi gak bangun-bangun hotelnya, jadi tertunda,”ungkapnya.

Sementara untuk di Makassar, perseroan menunda lantaran berbarengan dengan mendapatkan kontrak baru untuk membangun 9 hotel di Makassar. Asal tahu saja, guna memperkuat bisnis sekor properti, PTPP berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PTPP Properti pada tahun 2015, setelah sukses melakukan spin off pada tahun 2013.

Direktur Pengembangan Bisnis PTPP, Harry Nugroho pernah bilang, IPO PP Properti ditargetkan dapat menggalang dana segar dengan kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun,”PP Properti menargetkan dana Rp 1,5 triliun lewat rencana IPO,”ujarnya.

Harry menambahkan, IPO tersebut akan dilakukan pada awal kuartal pertama 2015 dan akan melepas 30% saham. Asal tahu saja, perseroan berharap dengan go public PTPP Properti bisa meningkatkan optimalisasi asset, meningkatkan kualitas pengembangan properti dan tentunya membuka struktur permodalan.

Disamping rencana pembangunan hotel baru, PTPP juga berencana anak usaha dengan PT Pelindo I dan PT Waskita Karya Tbk (WIKA). Perusahaan tersebut, akan berada di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Dimana komposisi kepemilikan saham awal dari pihak PTPP sebesar 30%, Pelindo I sebesar 55% dan Waskita Karya sebesar 15%.

Nantinya, kehadiran perusahaan patungan tersebut akan membangun pelabuhan pada tahun 2015. Saat ini, pelabuhan tersebut sudah masuk dalam tahap penyesuaian izin-izin terkait. Sepanjang tahun ini, PTPP menargetkan kontrak baru mencapai Rp 24 triliun dengan target akumulasi kontrak berjalan mencapai Rp 46 triliun. Hingga Agustus 2014, nilai kontrak baru perseroan mencapai Rp 10,95 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Transcoal Pacific Incar Dana Rp 100 Miliar - Lepas 27% Saham Lewat IPO

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) masih cukup besar, meskipun…

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Total Dana Kelola Bareksa Tembus Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta– PT Bareksa Portal Investasi berhasil mencetak total nilai dana masyarakat yang telah diinvestasikan di reksa dana senilai Rp1…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Pelemahan Rupiah - Asing Sesuaikan Investasinya di Bursa

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami pelemahan menjadi salah satu faktor…

WIKA Bagikan Dividen Rp 26,8 Per Saham

NERACA Jakarta - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati untuk membagikan…

Trimegah Sekuritas Rilis MTN Rp 250 Miliar

Memanfaatkan pertumbuhan positif pasar obligasi di dalam negeri, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan surat utang medium term…