Kebutuhan Meningkat, KKP Siapkan Benih Ikan

NERACA

Karawang - Komoditas ikan menjadi salah satu bahan makanan yang bisa mensuplai ketahanan pangan. Saat ini konsumsi ikan mencapai 38 kilogram per kapita per tahun atau lebih tinggi dibandingkan dengan daging yang hanya 2,5 kilogram perkapita per tahun dan diprediksi konsumsi ikan akan meningkat. Maka dari itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyiapkan benih ikan dalam rangka mensuplai kebutuhan pangan nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan bahwa pihaknya telah siap menyediakan benih. "Sejauh ini kami telah siap untuk menyediakan benih," ungkap Slamet di sela-sela kunjungan kerja dan pemberian bantuan benih ikan di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/10).

Dengan semakin meningkatnya konsumsi ikan, diprediksi kebutuhan benih akan ikut meningkat pula. Yang mana, pada tahun ini produksi perikanan budidaya ditargetkan mencapai 13,9 juta ton. Tak ayal, untuk mengejar target itu, setidaknya dibutuhkan 69,7 miliar benih ikan budidaya. Kebutuhan benih itu mencakup sepuluh komoditas perikanan.

Kesepuluh komoditas perikanan budidaya itu diantaranya udang, rumput laut, ikan patin, nila,lele dan mas. Selain itu, ada pula ikan non konsumsi seperti mas koki dan koi. Rinciannya yakni, sebanyak 45,7 miliar ekor benih ikan payau, 71 juta ekor ikan laut dan benih ikan air tawar 17,7 miliar ekor. Adapun, benih ikan lainnya 5,2 miliar ekor.

Seiring dengan itu, sambung dia, sebagai langkah percepatan sistem perbenihan perikanan budidaya pihaknya telah melakukan berbagai upaya nyata diantaranya pengembangan Broodstock Centre, dimana saat ini sebanyak 16 broodstock telah disiapkan untuk mengembangkan indukan unggul. Adapun total kapasitas produksi fasilitas pemijahan tersebut mencapai 2 miliar ekor indukan per tahun. Selain itu, KKP menggalakkan penggunaan induk ikan unggul dengan semboyan GAUL (Gerakan Penggunaan Induk Unggul).

Sementara untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi benih, KKP mendorong peningkatan kemampuan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) maupun Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT), Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), penerapan standardisasi, pelayanan informasi dan pendataan perbenihan secara akurat dan relevan, pengembangan unit pendederan/pentokolan benih/benur di kawasan budidaya, peningkatan kinerja unit pembenihan pemerintah, pemerintah daerah dan swasta serta pemerataan pendistribusian induk dan benih unggul.

Tak hanya itu, untuk mengatasi permasalahan distribusi benih perikanan di tanah air, KKP melakukan pemetaan sentra produksi benih di bidang budidaya perikanan. Pemetaan sentra produksi benih tersebut menyasar sejumlah komoditas unggulan seperti udang vaname, patin, nila, dan lele.

Hal ini merupakan upaya nyata KKP dalam meningkatkan perbenihan perikanan di Indonesia melalui revitalisasi dan industrialisasi. Sehingga, industri perikanan budidaya hadir untuk menghasilkan produk berdaya saing dan berkelanjutan.

Ini menjadi penting lantaran pada tahun 2030 industri perikanan budidaya akan menjadi penyangga perekonomian nasional. Proyeksi tersebut tidak berlebihan karena saat ini, Indonesia telah menempati posisi keempat produsen terbesar ikan budidaya di dunia.

Berikan Bantuan

Di tempat yang sama, KKP dan Tahir Foundation juga memberikan bantuan. KKP memberikan bantuan lewat Pemberdayaan Usaha Mina Politan (PUMP) sebanyak 7 paket senilai 245 juta, calon induk nila dan lele senilai 10 juta, sarana produksi perikanan budidaya melalui dana TP senilai 800 juta dan Tahir Foundation memberikan bantuan sebesar Rp 3 miliar.

Terkait dengan hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menyampaikan apresiasinya atas peran serta pihak swasta membina masyarakat pembudidaya ikan. "Saya mengapresiasi langkah Tahir Foundation (Bank Mayapada) yang telah berperan aktif dalam mengembangkan kegiatan pembudidayaan khususnya di Jawa Barat ini. Peran aktif pihak swasta ini diharapkan akan diikuti oleh pihak swasta lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pembudidaya ikan," ungkapnya.

Tahir Foundation memberikan bantuan sebesar Rp 3 miliar kepada para pembudidaya ikan di lima kabupaten wilayah Pantura Jawa Barat yaitu Karawang, Bekasi, Subang, Indramayu dan Cirebon. Sementara, khusus Kabupaten Karawang dialokasikan komoditas benih bandeng (nener) sebanyak 2.185.000 ekor dan benih Nila sebanyak 1.315.000 ekor. "Mudah-mudahan ini merupakan titik tolak dan indikator bahwa sektor swasta bersama pemerintah dapat mewujudkan kontribusinya dalam pembangunan perikanan budidaya secara nasional," tutur Sharif.

Chairman Mayapada Group Dato' Sri Prof DR Tahir menyatakan bahwa kebutuhan ikan di Indonesia cukup besar akan tetapi kemampuannya masih terbatas. "Maka dari itu, saya ingin berbuat lebih baik agar saya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga kehidupan mereka (petambak dan pembudidaya ikan) bisa lebih sejahtera," tuturnya.

Related posts