Elang Mahkota Raih Pinjaman Rp 221 Miliar

Jaminkan Anak Usaha

Kamis, 09/10/2014

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang merupakan perusahaan di bidang teknologi, media, dan telekomunikasi ini melakukan perjanjian jaminan dan ganti rugi kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/10).

Sekretaris Perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk Monika I Krisnamurti menyebutkan, sebagai agunan atas fasilitas kredit BCA maka perseroan mengagunkan PT Pertamedika Sentul (PS) yang merupakan pengelola rumah sakit Pertamedika Sentul.

Disebutkan, jumlah pemberian perjanjian jaminan dan ganti rugi ini seluruhnya mencapai sebesar Rp 221,02 miliar. Aksi ini dilakukan perseroan pada tanggal 6 Oktober 2014,”Pemberian jaminan dan ganti rugi ini dilakukan demi kepentingan PS, yaitu sebagai agunan dalam perjanjian kredit," katanya.

Lebih lanjut, Monika menuturkan, transaksi ini dilakukan demi kepentingan PS yang merupakan pihak terafiliasi dari perseroan dengan kepemilikan tidak langsung melalui SI anak perusahaan EMTK, yaitu sebesar 65% atau 49,29 saham. Dijelaskan, pemberian jaminan dan ganti rugi yang sebesar Rp 221,02 miliar ini setara dengan 2,36% dari jumlah ekuitas perseroan pada 31 Desember 2013, yaitu sebesar Rp 9,36 miliar," jelasnya.

Menurut Monika, PS selaku debitur perjanjian kredit mensyaratkan pemberian jaminan dan ganti rugi adalah anak usaha dari SI di mana modal disetor dan ditempatkan PS dimiliki 65% oleh SI. Sedangkan, SI sendiri merupakan anak usaha dari perusahaan PT Elang Mahkota Corpora (EMC)."EMC juga merupakan anak perusahaan kami yang sebesar 99,99% sahamnya milik kami,"ujarnya.

Sebagai informasi, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk pada semester I tahun ini membukukan laba bersih sebesar Rp454,32 miliar, naik 7,32% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp423,32 miliar. Dijelaskan, naiknya laba bersih tersebut didukung meningkatnya pendapatan bersih sekitar 18,25% menjadi Rp3,24 triliun dibanding semester I tahun lalu Rp2,74 triliun.

Kemudian naiknya pendapatan bersih dibarengi dengan bertambahnya beban pokok pendapatan sekitar 20,15% menjadi Rp1,61 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp1,34 triliun. Sementara beban penjualan juga ikut naik menjadi Rp26,68 miliar dari Rp14,66 miliar, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp658,57 miliar dari Rp608,68 miliar dan perseroan mencatat rugi penjualan aset tetap sebesar Rp3,1 miliar dari sebelumnya laba Rp1,38 miliar.

Perseroan juga mencatat rugi selisih kurs sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp64,97 miliar dari periode yang sama tahun lalu laba Rp44,88 miliar dan pendapatan operasi lain-lain tergerus menjadi Rp2,51 miliar dari Rp5,1 miliar.

Laba usaha meningkat menjadi Rp881,46 miliar dari Rp824,79 miliar. Sedangkan, laba periode berjalan tumbuh 6,66% menjadi Rp662,63 miliar dari Rp621,25 miliar. Sedangkan laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik enitas induk naik menajdi Rp80,55 dari Rp75,06 per lembar.

Tercatat total aset perseroan per akhir Juni sebesar Rp14,47 triliun, dengan total utang Rp4,25 triliun. Angka ini naik dibanding akhir tahun lalu, di mana total aset Rp12,83 triliun, dengan total utang Rp3,46 triliun.(bani)