Ekspor Rendah di Triwulan II 2014

Gorontalo

Rabu, 08/10/2014

NERACA

Gorontalo -Perkembangan aktivitas perdagangan luar negeri di Gorontalo pada triwulan II 2014 mengalami perlambatan, dengan adanya kinerja ekspor yang tumbuh hanya 7.75 persen atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya."Hal yang sama juga dialami impor yang turut melambat dari 10,13 persen menjadi 8,19 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Suryono, Selasa (7/10).

Akan tetapi, kata dia, peningkatan nilai ekspor triwulan II 2014 menyebabkan defisit neraca perdagangan Gorontalo mengalami perbaikan dari 43,14 juta dolar AS pada triwulan I 2014 menjadi 0,32 juta dolar AS.

Walaupun kinerja ekspor mengalami perlambatan, namun secara nominal mengalami peningkatan dibanding sebelumnya, dimana pada triwulan II sebesar 2,55 juta dolar AS yang naik signifikan dibanding triwulan I hanya 0,04 juta dolar AS.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, volume ekspor juga meningkat dari 113 ton menjadi 21.729 ton pada triwulan II."Hal ini disebabkan oleh aktivitas ekspor gula yang dilakukan produsen pada April dan Juni 2014 senilai 2,50 juta dolar AS ke Taiwan dan Korea Selatan," jelasnya.Komoditas kayu dan barang dari kayu juga turut menyumbang ekspor di triwulan II. Sementara itu ekspor ke pelabuhan antara daerah nihil karena orientasi penjualan pelaku usaha yang umumnya ditujukan untuk kebutuhan domestik.

"Upaya penggunaan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negeri juga dilakukan oleh salah satu produsen minya kelapa di Gorontalo, sehingga belum melakukan ekspor bungkil kopra ke luar negeri," tambahnya.Keterbatasan kopra di Gorontalo menyebabkan 60 persen bahan baku diperoleh dari Sulawesi Tengah. Selain itu sekitar 1.500 ton minyak goreng curah juga dipasok dari pabrik utama di Bitung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gorontalo. [ant]