Premi AJB Bumiputera Sudah Capai Rp3 T - Target Rp5,5 T Akhir 2011

Jakarta - Pendapatan premi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 hingga Juli 2011 sudah mencapai Rp3 triliun lebih. Sementara target pendapatan premi hingga akhir 2011 sekitar Rp5,5 triliun. "Kita optimis mampu mengejar sampai Rp5,5 triliun sampai akhir 2011. Jadi tinggal 6 bulan lagi mengejar Rp2 triliun. Sampai Juli 2011 sudah Rp3 triliun," kata Direktur Utama AJB Bumiputera, Dirman Pardosi kepada wartawan usai Ramadan Gathering: Menyongsong Satu Abad Bumiputera, di Jakarta, Selasa (23/8)

Menurut Dirman, pendapatan premi ini tumbuh dibandingkan Desember 2010 yang hanya sebesar Rp4,8 triliun. Secara year on year (yoy) hanya mencapai 10%. Namun Dirman mengaku pertumbuhan premi ini tidak optimal lantaran upaya konsolidasi yang dilakukan AJB Bumiputera dengan melakukan perampingan terhadap 39 kantor wilayah menjadi hanya 22 kantor wilayah. "Tahap awal memang ada kejutan, ada 17 kantor yang dikurangi dan butuh penyesuaian satu sampai tiga bulan baru mulai stabil dan menemukan polanya," tambahnya.

Lebih jauh Dirman mengatakan dari total pendapatan premi Rp3 triliun tersebut, sebanyak Rp1,3 triliun berasal dari pendapatan bisnis baru. Pendapatan premi perusahaan sepenuhnya disumbangkan oleh penjualan produk tradisional. "Polis individual dan kumpulan itu 2:1, individual Rp2 triliun dan kumpulan Rp1 triliun kumpulan," ujarnya.

Dikatakan Dirman, produk yang paling banyak menyumbangkan premi adalah produk beasiswa atau pendidikan yang menyumbang hampir 20% dan produk intra permata berupa saving yang merupakan produk semi investasi.

Disinggung soal kehadiran asuransi asing, Dirman mengaku kompetisi industri asuransi di Indonesia sedemikian ketat setelah perusahaan asuransi asing mulai merambah Indonesia sejak tahun 90-an. Bahkan kehadiran perusahaan asing membuat sejumlah asuransi lokal terseok-seok. Masalahnya, perusahaan lokal modal finansial, kemampuan IT, dan SDM sangat rendah. "Akibatnya satu per satu perusahaan lokal berguguran," tandasnya

Bahkan Dirman tak membantah sejak ekspansi banyaknya perusahaan asuransi asing itu membuat AJB Bumiputera 1912 mengalami penurunan market share. Namun kemudian terus membaik sampai sekarang dengan sejumlah kebijakan strategis diantaranya restrukturisasi organisasi. "Sehingga kita bersaing dengan perusahaan asuransi asing," ujarnya.

Yang jelas kata Dirman, AJB Bumiputera 1912 bertekad ingin kembali meraih pangsa pasar asuransi dari sisi pemegang polis sebesar 56%, sebagaimana yang pernah diraihnya pada 1970-an atau 1980-an. Oleh karena itu untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan new branding yang memberikan kesan dinamis. "Kita ingin jadi perusahaan modern dan besar, bukan tua renta, tua tapi modern. Supaya bisa seperti itu kita harus bisa new branding dengan kesan dinamis,"tegasnya.

Meskipun demikian, sambung Dirman, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan proses yang lama. Hingga saat ini pangsa pasar terhadap share premi, baru mencapai 10 persen bahkan di akhir 2012 diperkirakan baru mencapai 15 persen.

"Itu progresif dan tidak bisa rata, sekarang sedang konsolidasi, karena fokus belum untuk ekspansi tetapi sinergi internal dulu jadi tidak signifikan. Diharapkan tahun depan bisa menjadi 15 persen market share-nya," pungkasnya. (cahyo)

BERITA TERKAIT

Era Revolusi Industri 4.0 - Kini Santunan Jasa Raharja Sudah Cashless

Jasa Raharja merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan program perlindungan dasar terhadap korban kecelakaan penumpang angkutan umum…

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

Redam Kepanikan Pelaku Pasar - BEI Pastikan Sudah Miliki Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Menjelang penetapan pemengangan pemilu presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang, memberikan situasi politik…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…