Upaya Pengurangan Utang Belum Optimal

NERACA

Jakarta - Usaha untuk mengurangi utang luar negeri Indonesia belum secara optimal dilakukan pemerintah dan saat ini pemerintah belum serius meminimalisir utang luar negeri. “Utang luar negeri Indonesia pada akhir Juni 2014 sebesar 284,9 miliar dolar meningkat 8,6 miliar dolar ASS atau 3,1 persen dibanding jumlah utang yang tercatat pada akhir kuartal I-2014 sebesar 276,3 miliar dolar,” kata Dani di Jakarta, Selasa, (7/10).

Hal ini disebabkan adanya peningkatan kepemilikan nonresiden atas surat utang yang diterbitkan baik oleh sektor swasta maupun sektor publik.Menurut Dani, usaha pemerintah untuk melakukan pengurangan utang luar negeri sudah menjadi program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak periode pertamanya terpilih pada 2004.

Salah satu strategi pemerintahan SBY pada saat itu adalah membayar utang luar negeri lebih besar daripada penarikan utang baru dari asing.Namun, kebijakan tersebut dinilainya masih sulit dilakukan apabila pemerintah tak membangun sejumlah sektor yang dapat meningkatkan devisa Indonesia.

Dani menuturkan bahwa peningkatan utang luar negeri Indonesia juga diakibatkan situasi ekonomi global yang tak stabil.Ketidakstabilan kondisi ekonomi ini membuat nilai tukar rupiah menjadi menurun, sehingga terjadi peningkatan nominal utang luar negeri Indonesia.

"Sebaiknya pemerintah mendatang bersiap dengan usaha pengurangan utang luar negeri Indonesia yang lebih efektif," ujar Dani Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juni 2014 tercatat sebesar 284,9 miliar dollar AS. Posisi ULN tersebut meningkat 8,6 miliar dollar AS atau 3,1 persen dibandingkan posisi akhir kuartal I 2014 sebesar 276,3 miliar dollar AS.

"Peningkatan posisi ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kepemilikan nonresiden atas surat utang yang diterbitkan baik oleh sektor swasta (4,2 miliar dollar AS) dan sektor publik (1,2 miliar dollar AS) serta pinjaman luar negeri sektor swasta (1,6 miliar dollar AS) yang melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik (0,8 miliar dollar AS)," dalam keterangan resminya.

Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 32,33 persen pada kuartal I 2014 menjadi 33,86 persen pada Juni 2014. Adapundebt service ratio(DSR), yaitu rasio total pembayaran pokok dan bunga ULN relatif terhadap total penerimaan transaksi berjalan meningkat dari 46,42 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 48,28 persen pada Juni 2014.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, posisi ULN meningkat 26,9 miliar dollar AS atau 10,4 persem dari 258,0 miliar dollar AS. Peningkatan tersebut terutama disumbang kenaikan pinjaman luar negeri sektor swasta (13,6 miliar dollar AS) serta surat utang sektor publik (9,4 miliar dollar AS) dan sektor swasta (2,6 miliar dollar AS).

Posisi ULN Indonesia pada akhir Juni 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar 131,7 miliar dollar AS (46,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 153,2 miliar dollar AS (53,8 persen dari total ULN).Posisi ULN kedua sektor tersebut masing-masing meningkat 0,9 persen dan 5,1 persem dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I 2014 sebesar 130,5 miliar dollar AS dan 145,7 miliar dollar AS. [agus]

BERITA TERKAIT

VIVA Percepat Lunasi Utang US$ 252 Juta - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif, VIVA Group berambisi memangkas beban utang. Teranyar, perseroan telah melakukan percepatan…

Upaya Menyiapkan Generasi Melek Keuangan - FWD Life Olympic 2017 Digelar

NERACA Jakarta - Mempersiapkan generasi muda yang memliki pemahaman keuangan yang memadai merupakan hal penting untuk menciptakan sumber daya manusia…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…