Berburu Barang Antik Di Jakarta

Zaman memang terus maju dan bertambah modern, namun beberapa orang masih banyak yang memilih barang-barang dengan desain yang unik dan antik. Sebagian orang memang masih menyukai model-model pakaian hingga peralatan elektronik dengan model zaman dahulu atau biasanya dibilang jadul. Beberapa pakaian dan peralatan elektronik mungkin saja masih diproduksi hingga kini, namun tidak semuanya. Banyak benda-benda yang sudah kerap kali sulit untuk ditemui saat ini, dan bagi pencintanya pasar loakan menjadi tempat yang sangat membahagiakan.

Jakarta memang menjadi surga para pencinta belanja, berbagai tempat perbelanjaan pun tersebar luas hampir disetiap sisi Jakarta. Jakarta juga menyuguhkan berbagai tempat wisata dan beragam tempat kuliner juga beragam tempat hiburan. Selain memiliki banyak pusat perbelanjaan yang menawarkan beragam merk nasional hingga internasional, Jakarta pun memiliki banyak tempat berbelanja yang masih tradisional, yang biasa disebut pasar.

Namun tidak hanya pusat-pusat perbelanjaan modern saja yang sangat diminati di Jakarta, barang-barang antik juga mendapat tempat dijakarta, bagi penggemarnya, jakarta memang menjadi surga wisata untuk berbelanja barang antik. Tepatnya di pasar Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat ini, tempat ini menjadi primadona barang antik di Jakarta.

Pasar yang diresmikan Gubenur DKI Jakarta Bang Ali Sadikin ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Gubernur Ali Sadikin menetapkan tempat ini sebagai salah satu objek wisata utama di Jakarta pada zaman itu. Hingga saat ini Pasar Jalan Surabaya tetap ramai dengan pedagang barang antik dan wisatawan yang sekedar hanya melihat atau berburu barang antik.

Selain bisa menikmati bentuk pasarnya yang unik dan berjejer rapih, di pasar ini kita dapat jumpai beragam jenis barang-barang antik. Beberapa toko pun terlihat memajang seperti stir kapal, teropong, jam kapal, telegram dan barang yang berada di kapal lainnya. Ada pula yang menjual barang kristal, porselen dan lukisanbahkan piringan hitam, kaset-kaset jadul sampai koper-koper sampai kamera analog zaman dahulu.

Pasar Surabaya memang seperti magnet yang menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Pasar ini sendiri memang sudah memiliki banyak pelanggan tetap, dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara. Bahkan mantan Presiden Amerika, Bill Clinton, pernah mampir dan menengok pasar ini pada tahun 1994. Bahkan penyanyi, penulis lagu dan aktris Amerika Serikat yang lahir dan dibesarkan di Santa Barbara, Katy Perry pun pernah berkunjung ke Pasar Surabaya ini setelah usai pentas di Jakarta.

Umumnya barang yang dijual di Pasar Surabaya adalah barang zaman dahulu, tapi barang-barang baru yang terlihat antik pun banyak dijual di sini. Jadi pembeli juga harus teliti dan pandai-pandai memilih jika memang ingin memiliki barang yang memang benar-benar antik. Sebagian pengunjung memang mengerti dan sudah paham juga pandai membedakan antara barang antik yang sudah berumur dengan barang baru yang terlihat antik.

Tidak hanya sekadar wisata berbelanja barang antik saja, Pasar Jalan Surabaya juga menjadi tempat yang mengasikkan untuk beristirahat sejenak, pepohonan yang rindang yang menghiasi hingga menutup pinggiran jalan-jalan Pasar Surabaya ini menjadi daya tarik tersendiri untuk sebagaian wisatawan. Para pengunjung terkadang datang hanya untuk mencari tahu dan berjalan-jalan di pasar ini, bahkan turis asing sangat sering datang hanya untuk berfoto-foto di sepanjang pertokoan dan di dalam toko-toko ini.

Berbagai komunitas barang-barang antik pun sering datang dan terkadang berkumpul hanya untuk membahas tentang barang koleksinya ataupun sekadar bertukar informasi tentang barang koleksinya. Meskipun berada di pusat kota, namun pasar jalan Surabaya ini merupakan salah satu tempat yang sangat nyaman untuk melepas kepenatan setelah bekerja, beragam kuliner pun ditawarkan di sini, seperti sate hingga tongseng goreng.

Pasar ini memang menjadi warisan sejarah yang harus terus dijaga keberadaannya. Bukan karena sudah banyak mendatangkan wisatawan dari berbagai mancanegara, tapi karena juga keberadaannya yang sudah menjadi situs sejarah dan situs wisata yang mendunia. Lokasinya pun mudah diakses, dekat dengan Cikini dan Manggarai, walaupun hanya buka hingga sore. Pasar ini pun bisa menjadi tempat yang menarik saat berburu barang-barang antik.

BERITA TERKAIT

Mengelola Sampah di Jakarta

Oleh: Arief Mujayatno Salah satu persoalan besar yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia adalah masalah pengelolaan sampah. Produksi sampah masyarakat…

JKON Tambah Porsi Saham di Jakarta Tollroad - Investasikan Rp 63,55 Miliar

NERACA Jakarta –Menggeliatnya bisnis tol seiring dengan agresifnya pemerintah membangun beberapa ruas tol baru menjadi daya tarik bagi emiten konstruksi,…

Bank DKI Dukung Perluasan Layanan E-Samsat DKI Jakarta

      NERACA   Jakarta - Terus tingkatkan layanan kepada warga DKI Jakarta, Bank DKI bekerjasama dengan Polda Metro…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Galeri Nasional Pamerkan Karya Seni Rupa Pascareformasi

Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan pameran "Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi" pada…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Jogja Street SculptureProject 2017 Hadirkan 54 Karya Patung

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 akan digelar di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta, dengan menghadirkan sebanyak 54 karya patung dari 50…